Foto: Salah satu SPAM perdesaan hasil pembangunan program Pamsimas di Provinsi Aceh. Program Pamsimas antara lain bertujuan meningkatkan akses masyarakat desa terhadap air bersih dan dan saanitasi layak, serta melayani kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap air bersih.

15 Desa di Gayo Lues Akan Peroleh Program Pamsimas dari Kementerian PUPR

Gayo Lues, Aceh – Sebanyak 15 desa di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, diperkirakan akan memperoleh program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dibiayai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui APBN TA 2019.

Menurut Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Dinas Perkim, Kabupaten Gayo Lues, Mustafa, Kamis (01/8/2019), dari 15 desa sasaran Pamsimas tersebut, 12 desa rencananya akan dibiayai Kementerian PUPR melalui dana APBN, sedangkan tiga desa sasaran lainnya dibiayai dana APBD Gayo Lues.

“Program Pamsimas merupakan salah satu program andalan nasional yang dilaksanakan di daerah untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak melalui pendekatan berbasis masyarakat,” katanya.

Ke-15 desa sasaran program Pamsimas TA 2019 itu adalah Desa Akul,  Soyo,  Pulo Gelime, Gumpang Lempuh,  Uning Gelung, Atu Kapur, Blang Temung, Cike, Rema Baru, Kenyaran, Penomon Jaya, Agusen, Remukut, Pasir Putih dan Desa Pertik.

Ia menambahkan bahwa besaran alokasi anggaran untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perdesaan di setiap desa sasaran Pamsimas itu diperkirakan antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta.

“Program Pamsimas tersebut dilaksanakan secara swakelola yang didukung oleh swadaya masyarakat, artinya, setiap biaya pembangunan SPAM perdesaan di setiap desa sasaran tersebut  70 persen berasal dari dana APBN, 10 persen dana APBDes (Dana Desa), dan 20 persennya dari swadaya masyarakat,” kata Mustafa.

Dalam pelaksanaannya, sesuai juknis Pamsimas, akan diadakan pelatihan teknis pelaksanaan program, perencanaan pembangunan sarana air minum di lingkungan desa dan program sanitasi di sekolah, termasuk promosi dan peningkatan perilaku hidup bersih masyarakat.

Pada saatnya, juga akan dibentuk kelembagaan untuk melaksanakan kegiatan tersebut, yaitu Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), yang akan didukung penuh Tim Fasilitator Masyarakat, Fasilitator senior, dan Koordinator Pamsimas Kabupaten.  Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan beberapa dinas terkait untuk program Pamsimas tersebut.

“Kami harapkan nantinya setelah program Pamsimas melalui Kementerian PUPR ini berjalan, semua pihak terkait dan masyarakat desa bisa melaksanakan pembangunan dan melakukan pemeliharaannya dengan sebaik-baiknya, serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat desa,” katanya. (pspam/yss)

Print Berita