Foto: Suasana Pelatihan Fasilitator Masyarakat Program Pamsimas TA 2019 yang diselenggarakan Direktorat PSPAM di Bandung, 8-12 Juli 2019. Pelatihan diikuti 262 orang FM dari Jawa Barat dan Banten.

Direktorat Pengembangan SPAM Gelar Pelatihan Fasilitator Masyarakat

Bandung - Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM), Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, menggelar pelatihan nasional bagi Fasilitator Masyarakat (FM) Program Pamsimas tahun anggaran 2019.

Pelatihan secara nasional dilaksanakan di berbagai daerah dalam beberapa gelombang, dimulai 8 Juli 2019 dan akan berakhir 27 Juli 2019, dengan total peserta pelatihan sebanyak 4.080 fasilitator dari 33 provinsi lokasi Pamsimas.

Pelatihan gelombang pertama telah digelar di enam kota, yaitu di Bandung, Mataram, Banjarmasin, Kupang, Kendari, dan Manado, yang diselenggarakan mulai tanggal 8 Juli 2019 hingga 12 Juli 2019.

Pelatihan FM di Bandung diikuti 262 orang fasilitator dari 15 kabupaten di Provinsi Jawa Barat dan empat kabupaten di Provinsi Banten yang menjadi lokasi Pamsimas. Peserta dibagi menjadi sembilan kelas dengan masing-masing kelas dipandu olef dua orang.

Kegiatan pelatihan ini difasilitasi Tim Pemandu yang berasal dari Tim ROMS Jawa Barat, Tim ROMS Banten, dan Tim ROMS Kabupaten dari dua provinsi tersebut. Sebelumnya Tim Pemandu telah memperoleh bekal pada acara ToT Pelatihan Fasilitator Masyarakat yang membahas kurikulum, metode dan substansi materi pelatihan yang akan disampaikan di dalam kelas.

Ketua penyelenggara Pelatihan Fasilitator Masyarakat Pamsimas di Bandung, Diah Suryaningtyas, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas Fasilitator yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan, sangat diperlukan dalam rangka mendukung pencapaian target KPI (Key Performance Indicator) sebagai indikator kunci program Pamsimas.

Menurutnya, kondisi saat ini masih terdapat ‘gap’ di berbagai indikator. Merujuk data SIM Pamsimas, sampai dengan akhir tahun 2018, masih terdapat kekurangan 5 juta jiwa masyarakat yang dapat mengakses air minum layak dari target 22,1 juta jiwa hingga tahun 2020.

Sementara itu, tambahnya, dari 22.236 desa yang telah diintervensi melalui program Pamsimas, terdapat 774 desa dengan status SPAM yang tidak berfungsi (8,9 perse) dan yang berfungsi sebagian sekitar 3,5 persen. Sedangkan untuk target pemanfaat sanitasi telah terlampaui, dari target 11,1 juta jiwa, sudah tercapai sebanyak 15 juta jiwa.

“Kami mengharapkan sisa waktu pelaksanaan program Pamsimas yang tinggal tersisa 18 bulan dapat dimaksimalkan untuk menyelesaikan dan menuntaskan semua pekerjaan rumah tersebut, sehingga KPI yang telah digariskan dapat terlampaui,” kata Diah.

Pada kesempatan itu, Kepala Seksi Pelaksanaan BPPW Jawa Barat, Eddy Rachmat, mengingatkan seluruh peserta pelatihan untuk terus belajar dari pengalaman sebelumnya, terutama adanya pelaksanaan program Pamsimas yang mengalami keterlambatan.

“Fasilitator Masyarakat diharapkan bekerja keras dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, khususnya dalam melakukan pendampingan pembangunan SPAM, sehingga dapat diselesaikan tepat waktu. Perencanaan melalui RKM harus direalisasikan, dan SPAM terbangun dapat berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya. (pspam/yss)

Print Berita