Foto: Para peserta Bimtek Bidang Air Minum dari seluruh Indonesia sedang melakukan praktik pemeliharaan mekanikal, laboratorium dan pengawasan air minum di Balai Teknik Air Minum, Bekasi.

Penyelenggara SPAM Belum Mampu Distribusikan Air Minum Berkualitas

Bekasi - Secara nasional, cakupan pelayanan air minum kepada masyarakat saat ini baru mencapai 73,6 persen, padahal kebutuhan akan air minum terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, sementara cakupan pelayanan di daerah rata-rata masih rendah.

Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari kelembagaan, teknologi, anggaran, pencemaran lingkungan serta perilaku masyarakat.

“Saat ini, sebagian besar penyelenggara SPAM masih belum mampu memproduksi dan mendistribusikan air minum dengan standard kualitas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kabag Kepegawaian dan Ortala, Ditjen Cipta Karya, Eko Winarno ketika membuka kegiatan Bimtek Bidang Air Minum, di Bekasi, medio Juni 2019.

Menurutnya, keberadaan penyelenggara SPAM yang berkinerja baik akan menentukan keberlanjutan pemanfaatan infrastruktur SPAM yang dibangun.

Ia mengatakan, salah satu permasalahan utama dalam penyelenggaraan SPAM adalah banyaknya fasilitas SPAM yang telah dibangun tetapi tidak berfungsi secara optimal.

“Selain itu, tingginya tingkat kebocoran air secara nasional, yaitu sebesar 32,8 persen, turut mengakibatkan belum terpenuhinya 100 persen akses aman air minum bagi masyarakat,” katanya.

Menurut dia, standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (3K) serta keterjangkauan dalam pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Hal tersebut dapat ditunjang dengan sumber daya manusia  bidang air minum yang terampil, terlatih, andal, berwawasan dan mampu mengatasi berbagai persoalan bidang air minum.

Tujuan bimbingan teknis saat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan di bidang air minum bagi para penyelenggara SPAM, sehingga mampu memecahkan permasalahan dalam tugas sehari-hari terkait pengelolaan dan pengoperasian SPAM di instansi masing-masing.

Bimtek bidang air minum tersebut dibagi dalam tiga kelas, yaitu Bimtek Penurunan Kehilangan Air (NRW reduction), Operasi dan Pemeliharaan Mekanikal dan Elektrikal Air Minum, serta Laboratorium dan Pengawasan Kualitas Air.

Peserta bimtek berjumlah 45 orang, berasal dari Kabupaten Sijunjung, Bengkalis, Luwu Timur, Sikka, Belu, Muna, Sula, Majene, Bone,Wajo, Minahasa, Kota Sabang, Sawah Lunto, Singkawang, dan Tomohon. (pspam/yss)

Print Berita