Foto: Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Edward Abdurrahman memberikan pengarahan pada Rapat Sinkronisasi Program Bidang Cipta Karya di Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat di Padang, Rabu (3/7/2019).

Kementerian PUPR Utamakan Bangun Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi

Padang - Pada tahun 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan fokus dalam pemenuhan akses aman air minum dan sanitasi layak, hal ini terkait dengan target nasional Kementerian PUPR untuk secepatnya mencapai target akses aman air minum dan sanitasi layak pada tahun 2024.

Hal itu dikemukakan Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Edward Abdurrahman ketika memberikan pengarahan pada Rapat Sinkronisasi Program Bidang Cipta Karya di Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat di Padang, Rabu (3/7/2019).

Ia mengatakan, karena akan menekankan pada pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi, diharapkan ada kerja sama yang baik antara Pemerintah Kabupaten/Kota dengan BPPW untuk menyiapkan semua kriteria persyaratan (readiness criteria) dalam mengajukan sebuah program.

Beberapa persyaratan yang harus disiapkan itu di antaranya adalah Surat Minat Kepala Daerah, pernyataan bebas lahan dengan surat bukti kepemilikan dan semua dokumen perencanaan terkait.

Sementara itu Kepala BPPW Sumatera Barat Syafriyanti menjelaskan, dalam proses perencanaan untuk lebih meyakinkan suatu program tersebut sudah “clean and clear”, BPPW Sumatera Barat juga  melakukan survei terlebih dahulu terkait kelayakan dan kecocokan lokasi tersebut, seperti lokasi yang akan digunakan untuk Tempat Pemrosesan Akhir Sampah, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, dan Instalasi Pengolahan Air Minum.

"Untuk memenuhi target pembangunan palayanan dasar tersebut, dibubutuhkan dukungan dari berbagai sumber pendanaan, tidak hanya dari APBN saja, melainkan juga dari APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, dan CSR," katanya. (pspam/yss)

Print Berita