Foto: Walikota Tanjung Balai M. Syahrial dan jajaran terkait saat acara peresmian peletakan batu pertama pembangunan SPAM IKK Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, yang dilaksanakan Senin (24/06/2019) lalu. SPAM IKK Datuk Bandar memiliki kapasitas 50 liter/detik.

Pembangunan SPAM IKK Tanjung Balai Dimulai

Tanjung Balai – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, dimulai pada Senin (24/06/2019) lalu di Kota Tanjung Balai, ditandai dengan peresmian peletakan batu pertama oleh Walikota Tanjung Balai, M. Syahrial. Hadir pada acara itu Kepala BPPW Sumatera Utara Syafriel Tansier.

Pembangunan SPAM IKK SPAM IKK Datuk Bandar Kota Tanjung Balai dilakukan atas kerja sama Direktorat Jenderal Cipta Karya (Kementerian PUPR) dan Pemerintah Kota Tanjung Balai.

SPAM IKK tersebut terletak di Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai  yang terdiri dari lima kelurahan. SPAM IKK ini  dioperasikan untuk melayani warga di Kelurahan Sijambi, Pahang, Sitantau, dan Kelurahan Pantai Johor, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR) atau setara 20.000 jiwa.

Walikota Tanjung Balai  M. Syahrial pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah memberikan dukungan dan bantuan untuk pembangunan SPAM IKK tersebut, sehingga akan semakin banyak masyarakat Tanjung Balai yang terlayani air bersih.

Dikemukakan bahwa saat ini PDAM Tirta Kwalo Kota Tanjung Balai memiliki kapasitas produksi air bersih sekitar 372 liter/detik, dengan capaian layanan kepada masyarakat sebesar 67 persen.

“Dengan pembangunan SPAM IKK ini, diharapkan dapat menambah kapasitas produksi sebesar 50 liter/detik, serta meningkatkan pelayanan air bersih di Kota Tanjung Balai menjadi 75 persen,” katanya.

Sementara itu Kepala BPPW Sumatera Utara Syafriel Tansier mengatakan bahwa pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum ini dapat terlaksana berkat usulan Pemerintah Kota Tanjung Balai untuk memenuhi kebutuhan pelayanan air minum yang layak dan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya.

“Sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Minum Menjadi Tanggung Jawab Konkuren Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,” katanya.

Pemerintah Pusat bertugas dalam hal fasilitasi, pengaturan, pembinaan dan pengawasan. Sedangkan, Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas pembangunan fisik, walaupun demikian Pemerintah Pusat turut serta membangun sarana air bersih dan fasilitas lainnya demi tercapainya percepatan pembangunan daerah.

Ia menekankan, output dari pembangunan sarana dan prasarana air minum tersebut bukan hanya liter per detik, melainkan harus diwujudkan dengan menambah jumlah sambungan rumah sesuai kapasitas terpasang, sehingga dapat menyentuh langsung kepada masyarakat, dan progam Pemerintah untuk pencapaian akses air minum aman sebesar 100 persen dapat terwujud.

Dikemukakan bahwa kegiatan bidang Cipta Karya meliputi sektor air minum, air limbah, persampahan, drainase, serta penataan kawasan permukiman, yang dikoordinasikan melalui BPPW Sumatera Utara.

“Pembangunan IPA SPAM IKK Kota Tanjung Balai berkapasitas 50 liter/detik diharapkan berjalan dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat di sekitarnya,” katanya. (pspam/yss)

Print Berita