Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya, Ir. Anang Muchlis, Sp. PSDA saat menyampaikan paparan materi Panel Diskusi pada Rapat Sinkronisasi Program Penyediaan Air Baku Untuk Air Minum Ditjen SDA dan Ditjen Cipta Karya Tahun 2022 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (1/6/2022).
Foto: Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya, Ir. Anang Muchlis, Sp. PSDA saat menyampaikan paparan materi Panel Diskusi pada Rapat Sinkronisasi Program Penyediaan Air Baku Untuk Air Minum Ditjen SDA dan Ditjen Cipta Karya Tahun 2022 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (1/6/2022).
Direktur Air Minum: Kementerian PUPR Targetkan Penyediaan 10 Juta Sambungan Rumah Hingga 2024

Balikpapan - Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Ir. Anang Muchlis, Sp. PSDA mengatakan, untuk mencapai target 100 persen akses air minum layak pada tahun 2022 sesuai amanah RPJMN 2020-2024, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR telah menetapkan program penyediaan akses air minum perpipaan sebanyak 10 juta sambungan rumah (SR).

"Beberapa kegiatan prioritas untuk merealisasikan target 100 persen akses air minum layak pada tahun 2024 tersebut di antaranya program perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebanyak 878.000 SR melalui fungsionalisasi SPAM terbangun, pemanfaatan Idle Capacity, dan upaya penurunan kebocoran dan kehilangan air," kata Anang Muchlis ketika tampil dalam panel diskusi di acara Rapat Sinkronisasi Penyediaan Air Baku untuk Air Minum di Balikpapan, Rabu (1/6/2022).

Rapat Sinkronisasi Penyediaan Air Baku untuk Air Minum di Balikpapan akan berlangsung hingga 3 Juni 2022, dibuka secara resmi oleh Dirjen SDA, Kementerian PUPR, Ir. Jarot Widyoko. Pada acara pembukaan, Dirjen Cipta Karya Ir Diana Kusumastuti, M.T. hadir dan memberikan sambutan. Hadir pula para pejabat terkait dari Ditjen SDA dan Ditjen Cipta Karya dari seluruh Indonesia.

Menurut Anang Muchlis, program lain untuk memenuhi target 10 juta SR di antaranya adalah pembangunan SPAM baru di daerah yang belum terlayani SPAM, dengan target kapasitas mencapai 9.190 liter/detik, kemudian peningkatan SPAM sebesar 1.200 l/dtk melalui peningkatan kapasitas produksi di daerah yang sudah dilayani SPAM, serta program pembangunan SPAM berbasis masyarakat yang diharapkan dapat menghasilkan sebanyak dua juta SR.

Dalam paparannya, Direktur Air Minum menjelaskan, selain melakukan berbagai program pembangunan dan pengembangan SPAM, Ditjen Cipta Karya melalui Direktorat Air Minum melakukan kegiatan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan SPAM di 509 kabupaten/kota, peningkatan kinerja pada 156 BUMN/BUMD penyelenggara SPAM, kegiatan rencana pengamanan air minum (RPAM) di berbagai daerah, dan melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka kebocoran (kehilangan air) di seluruh Indonesia.

Sedangkan proyeksi pemenuhan target pendanaan untuk pembangunan 10 juta SR tersebut, menurut Direktur Air Minum, seluruhnya mencapai total Rp. 108.9 triliun, dengan sumber pendanaan berasal dari anggaran APBD, PDAM, dan dukungan CSR sebesar Rp 14 triliun, kemudian dari anggaran APBN sebesar Rp 34,9 triliun, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp 30 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 20 triliun, dan yang berasal dari dana hibah sebesar Rp 10 triliun.

Dalam diskusi panel tersebut, selain Direktur Air Minum Anang Muchlis, tampil pula Direktur Air Tanah dan Air Baku, Ditjen SDA, PUPR, DR. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. Agus memaparkan tentang Program dan Strategi Penyediaan Air Baku Tahun 2022. (ditam/yys) Print Berita