Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Ir. Anang Muchlis, Sp. PSDA ketika membuka kegiatan Pembahasan Progres IPA Struktur Baja TA 2021 & Konsep Dokumen Manual Kelayakan IPA Struktur Baja tersebut di Bandung, 26-27 Oktober 2021.
Foto: Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Ir. Anang Muchlis, Sp. PSDA ketika membuka kegiatan Pembahasan Progres IPA Struktur Baja TA 2021 & Konsep Dokumen Manual Kelayakan IPA Struktur Baja tersebut di Bandung, 26-27 Oktober 2021.
Direktur Air Minum Buka Kegiatan Pembahasan Progres IPA Struktur Baja TA 2021

Bandung - Dalam upaya untuk menciptakan perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berkualitas dan pelayanan air minum yang memenuhi prinsip 4K, yaitu Kualitas yang sesuai standar yang ditetapkan Permenkes 492 tahun 2010, Kuantitas yang mencukupi, Kontinuitas selama 24 jam, dan Keterjangkauan, Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyusun Standar Teknis Pembangunan SPAM Modul IPA Struktur Baja.

Standar Teknis tersebut ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor 08/SE/DC/2020 tentang Standar Teknis Modul Instalasi Pengolahan Air Minum Struktur Baja di Lingkungan Ditjen Cipta Karya, yang diperbarui melalui Surat Edaran Dirjen Cipta Karya Nomor 11/SE/DC/2021 tentang Perubahan Surat Edaran Dirjen Cipta Karya tentang Standar Teknis Modul Instalasi Pengolahan Air Minum Struktur Baja di Lingkungan Ditjen Cipta Karya.

Dalam SE tersebut dilakukan beberapa perubahan dan penyesuaian Standar Teknis IPA Struktur Baja, yang dimaksudkan agar proses pembangunan IPA Struktur Baja dapat lebih efektif dan efisien serta dapat mengakomodasi kebutuhan akan sistem pengolahan air yang lebih advanced.

Menurut Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Ir. Anang Muchlis, Sp. PSDA ketika membuka kegiatan Pembahasan Progres IPA Struktur Baja TA 2021 & Konsep Dokumen Manual Kelayakan IPA Struktur Baja di Bandung, 26-27 Oktober 2021, dalam SE tersebut dilakukan beberapa perubahan dan penyesuaian Standar Teknis IPA Struktur Baja.

"Perubahan dan penyesuaian Standar Teknis IPA Struktur Baja tersebut dimaksudkan agar proses pembangunan IPA Struktur Baja dapat lebih efektif dan efisien serta dapat mengakomodasi kebutuhan akan sistem pengolahan air yang lebih advanced," kata Direktur Air Minum.

Beberapa penyesesuaian yang dilakukan, antara lain meliputi  penggabungan komponen bangunan IPA struktur baja, unit kimia IPA dan Mekanikal Elektrikal sebagai satu kesatuan fungsi, sehingga proses pengolahan air dapat lebih terjamin dan menghasilkan air olahan dengan kualitas standar yang ditetapkan.

Kemudian penyesuaian desain IPA Struktur baja, antara lain penambahan cutting plan yang digunakan sebagai acuan bagi IPA struktur baja yang akan difabrikasi di workshop dan dikirim ke lokasi site proyek dalam bentuk modul/bak, penyesuaian proses hidrolis di bak flokulasi-koagulasi dengan penambahan inlet pembagi dan penyesuaian arah aliran, dan penyesuaian proses hidrolis di bak sedimentasi dengan penambahan pipa lateral perforated, dan penyesuaian akses tangga pengamatan.

Perubahan lain adalah penambahan opsi sistem otomasi (full otomatis) untuk IPA kapasitas 40 lpd dan 50 lpd, penambahan BoQ (bill of quantity) dan Memo desain IPA Struktur Baja, serta penyesuaian spesifikasi teknis komponen IPA Struktur Baja.

Untuk itu melalui forum Pembahasan Progress IPA Struktur Baja TA 2021 dan Konsep Dokumen Manual Kelayakan IPA Struktur Baja, kami bermaksud mengetahui penerapan SE tersebut di lapangan oleh setiap Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) di setiap provinsi.

Sejalan dengan pembahasan Progres IPA Struktur Baja, pada kegiatan ini juga akan dijelaskan mengenai penyusunan manual kelayakan IPA Struktur Baja sebagai satu bagian dari rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan sertifikat layak fungsi atas pembangunan IPA Struktur Baja.

Dikemukakan, untuk memberi jaminan suatu IPA Struktur Baja terbangun dikategorikan memenuhi kaidah layak fungsi, maka disusun acuan untuk setiap tahapan pembangunan IPA Struktur Baja tersebut, yaitu mengenai desain teknis standar IPA Struktur Baja sesuai SE Dirjen Cipta Karya Nomor 11/SE/DC/2021, dokumen pengendalian (Quality Control-Quality Assurance) yang berisi tata cara pengendalian mulai dari pemrosesan material, fabrikasi bak IPA di workshop, packing dan delivery hingga perakitan IPA di lapangan, dan juga tata cara Commissioning Test sesuai dengan SNI 0004:2008 tentang Tata Cara commissioning instalasi pengolahan air.

"Rangkaian kegiatan dan proses tersebut menjadi kesatuan dalam pemberian sertifikat layak fungsi atas IPA Struktur Baja terbangun. Dengan adanya mekanisme sertifikasi ini, diharapkan kualitas infrastruktur terbangun dapat mencapai periode perencanaan yang ditetapkan dan dapat memberikan manfaat berupa pelayanan air minum kepada masyarakat seluas-luasnya," kata Anang Muchlis.

Pada bagian lain penjelasannya, Direktur Air Minum mengatakan, sebagaimana diamanahkan oleh Konstitusi UUD 1945, penyediaan akses air minum layak dalam rangka pemenuhan hak asasi rakyat atas air merupakan tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh Negara.

"Amanah ini dituangkan dalam RPJMN 2020-2024 dengan target penyediaan 100 persen akses air minum layak pada Tahun 2024. Kemudian pada tatanan operasional, Kementerian PUPR melalui Visium Kementerian PUPR Tahun 2030 telah menargetkan 100 persen Smart Living (Hunian Cerdas) di Tahun 2030," katanya.

Direktur Air Minum menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sampai dengan akhir tahun 2020, cakupan pelayanan air minum layak mencapai 90,21 persen. Artinya, masih ada gap sekitar 9,79 persen untuk mencapai universal access, baik melalui Jaringan Perpipaan (JP) maupun Bukan Jaringan Perpipaan (BJP) Terlindungi.

"Dalam capaian melalui jaringan perpipaan, angka capaian perpipaan di Indonesia hingga tahun 2019, capaian akses perpipaan baru mencapai 20,18 persen dari target 30 persen akses jaringan perpipaan di tahun 2024. Hal ini menjadi tantangan besar, mengingat trend selama delapan tahun terakhir peningkatan akses hanya sekitar satu persen per tahun," katanya.

Pada kegiatan Pembahasan Progres IPA Struktur Baja TA 2021 & Konsep Dokumen Manual Kelayakan IPA Struktur Baja tersebut, hadir di antaranya Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan dan Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur Permukan, Ditjen Cipta Karya, pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Ditjen Cipta Karya, beberapa narasumber, dan para Kepala Balai PPW Provinsi. (dit.am/yss)


Print Berita