Bupati Tanah Laut HM Sukamta (ketiga dari kanan) didampingi kepala dlingkungan dan fasilitator Pamsimas Kabupaten Tanah Laut, berfoto bersama di dekat bangunan pengolahan air minum program Pamsimas Desa Pegatan Besar di Tanah Laut.
Foto: Bupati Tanah Laut HM Sukamta (ketiga dari kanan) didampingi kepala dlingkungan dan fasilitator Pamsimas Kabupaten Tanah Laut, berfoto bersama di dekat bangunan pengolahan air minum program Pamsimas Desa Pegatan Besar di Tanah Laut.
Program Pamsimas Desa Pegatan Besar Jadi Pilot Project di Kabupaten Tanah Laut

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan meneruskan rencana pembangunan empat proyek infrastruktur Sistem Penyediaan Ai Minum (SPAM) pada tahun 2022, hal ini karena program penyediaan air minum dan sanitasi menjadi salah satu prioritas pembangunan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk untuk memenuhi target 100 persen akses air minum pada tahun 2024.

Menurut Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, ketika melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Jakarta, Senin (25/10/2021), pembangunan proyek SPAM dan sanitasi tahun depan harus tetap dilakukan karena itu adalah prioritas pembangunan Ditjen Cipta Karya, sekaligus untuk mengejar target 100 persen akses air minum yang saat ini baru tercapai 89 persen.

"Saat ini akses air minum masih sangat terbatas, sehingga pembangunan proyek penyediaan air minum dan sanitasi untuk masyarakat harus tetap menjadi prioritas dan didahulukan," katanya.

Dirjen Cipta Karya menjelaskan bahwa dari segi anggaran penerimaan, diakuinya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Tahun 2022, Ditjen Cipta Karya akan mendapatkan anggaran murni melalui APBN sebesa Rp 12,5 triliun. Khusus untuk sektor air minum diperkirakan akan memperoleh anggaran sekitar Rp 2,3 triliun, sedangkan untuk pembangunan sektor sanitasi sekitar Rp 2,08 triliun.

Ia menambahkan, turunnya anggaran untuk Ditjen Cipta Karya karena situasi dan kondisi yang ada di Indonesia saat ini, dan tidak hanya di Kementerian PUPR, tetapi juga di kementerian lain. Namun demikian ia mengatakan bahwa bisa saja dalam perjalanannya nanti Ditjen Cipta Karya akan memperoleh tambahan dana lagi untuk pengembangan air minum dan sanitasi, termasuk dari dana alokasi khusus (DAK).

Dalam amanat RPJMN 2020-2024, pada tahun 2024 diharapkan tercapai target 100 persen akses air minum layak untuk masyarakat, kemudian menargetkan penambahan 15 persen akses air minum aman, 30 persen akses air minum perpipaan, 90 persen akses sanitasi layak, termasuk penambahan 15 persen akses sanitasi aman, serta nol persen kondisi Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Beberapa proyek air minum yang sudah dialokasikan anggarannya melalui pinjaman dan atau hibah luar negeri (PHLN), di antaranya adalah pembangunan SPAM Huntap Tondo 1, Tondo 2 dan Talise Kota Palu, SPAM Huntap Pombewe Kabupaten Sigi (Sulteng), SPAM IKK Barombong Kabupaten Gowa (Gorontalo) dan SPAM Regional Wosusokas (Jateng). Ditjen Cipta Karya PUPR menekankan program pembangunan untuk perluasan SPAM sebanyak 12.800 sambungan rumah (SR) dan pembangunan SPAM berbasis masyarakat sebanyak 210.400 SR. (dit.am/yss)

Print Berita