Pengurus Kelompok Pengelola SPAMS Desa Sumber Sari terpilih mewakili Kabupaten Muratara untuk mengikuti Lomba KP-SPAMS Award Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021. Lomba diadakan salahh satu tujuannya adalah untuk penguatan KP-SPAMS.
Foto: Pengurus Kelompok Pengelola SPAMS Desa Sumber Sari terpilih mewakili Kabupaten Muratara untuk mengikuti Lomba KP-SPAMS Award Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021. Lomba diadakan salahh satu tujuannya adalah untuk penguatan KP-SPAMS.
Direktur Air Minum: Kementerian PUPR Terus Dorong Penguatan Kapasitas KP-SPAMS

Jakarta - Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Yudha Mediawan mengatakan, sejak 2017 Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di bawah Kementerian PUPR terus menerus mendorong peningkatan kapasitas Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) agar dapat mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat perdesaan terhadap akses air minum aman dan sanitasi.

KP-SPAMS adalah kelompok pengelola sarana air minum perdesaan program Pamsimas di desa-desa yang dibentuk oleh pemerintah desa dan masyarakat. KP-SPAMS memiliki kewenangan untuk menetapkan iuran air minum bagi pelanggan dan memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan mengembangkan program Pamsimas.

Penjelasan itu dikenukakan Yudha Mediawan pada webinar terkait Peran Lembaga Penjamin dalam Pembiayaan KP-SPAMS oleh Lembaga Keuangan Untuk Peningkatan Akses Air Minum dan Sanitasi Perdesaan yang diikuti dari Solo, Selasa (22/6/2021).

Menurut dia, untuk memperluas jangkauan dan jaminan keamanan pembiayaan di lembaga-lembaga keuangan untuk beroperasi, Direktorat Air Minum (Kementerian PUPR), Water.org, dan PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Tengah telah melakukan kerja sama untuk memberikan penjaminan kredit kepada lembaga keuangan.

Di antaranya adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) di Jawa Tengah yang memiliki produk kredit air dan sanitasi untuk KP-SPAMS.

Pada bagian lain, Direktur Air Minum menambahkan, diperlukan perencanaan yang tepat dan pemanfaatan berbagai alternatif sumber pembiayaan untuk mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan penyediaan akses air minum dan sanitasi.

"Salah satu bentuk pembiayaan alternatif dan kerja sama dengan berbagai pihak adalah dengan menggandeng lembaga keuangan untuk ikut berpartisipasi dalam pembiayaan akses air minum dan sanitasi," kata Yudha Mediawan.

Ditjen Cipta Karya sendiri menargetkan pembentukan sebanyak 3.400 KP-SPAMS pada tahun 2021. Dengan penambahan tersebut, hingga akhir 2021 ditargetkan bisa terbentuk lebih dari 35.400 KP-SPAMS di desa-desa di seluruh Indonesia.

"Tujuan pembentukan KP-SPAMS adalah untuk memberikan akses air minum dan sanitasi yang sehat bagi masyarakat di perdesaan," kata Direktur Air Minum. Ia juga berharap, dengan jaminan dari PT Jamkrida Jateng, lembaga keuangan dapat mendukung pembiayaan proyek akses air minum dan sanitasi di Indonesia.

Sementara itu Direktur Utama PT Jamkrida Jateng Nazir Siregar mengatakan bahwa kerja sama tahap pertama sudah berakhir pada 31 Desember 2020 dan akan dilanjutkan kembali hingga 31 Desember 2022.

"Sampai dengan April 2021, PT Jamkrida Jateng melalui skema kerja sama dengan Kementerian PUPR dan Water.org telah memberikan 41 penjaminanan kredit dengan total nominal pokok pinjaman sebesar Rp1.203.000.000 kepada sembilan lembaga keuangan yang menyalurkan kredit kepada KP-SPAMS," katanya.

Ia menambahkan, fasilitas penjaminan kredit tersebut telah mempermudah KP-SPAMS mengakses lembaga keuangan sekaligus membuat lembaga keuangan merasa aman untuk memberikan kredit kepada KP-SPAMS. (dit/am/yss)

Print Berita