Beberapa petugas sedang memeriksa jaringan perpipaan Pamsimas di Desa Siakin, Kabupaten Bangli. Kementerian PUPR tahun 2021 ini memberikan bantuan perluasan jaringan perpipaan di tiga desa Pamsimas di Bangli senilai Rp 4,5 miliar lebih.
Foto: Beberapa petugas sedang memeriksa jaringan perpipaan Pamsimas di Desa Siakin, Kabupaten Bangli. Kementerian PUPR tahun 2021 ini memberikan bantuan perluasan jaringan perpipaan di tiga desa Pamsimas di Bangli senilai Rp 4,5 miliar lebih.
Kementerian PUPR Berikan Bantuan Perluasan SPAM di Tiga Desa di Bangli
Bangli - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan bantuan penyediaan air bersih untuk tiga desa di Kabupaten Bangli, yaitu Desa Katung, Desa Sukawana, dan Desa Siakin di Kecamatan Kintamani. Bantuan program untuk memperluas penyediaan air minum kepada masyarakat tersebut berupa sistem penyediaan air minum (SPAM).

Menurut Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Bangli, Ketut Suardana, masing-masing desa penerima bantuan mendapatkan anggaran berbeda yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia menambahkan, nilai nominal bantuan untuk pembangunan SPAM berbeda-beda tergantung dari panjangnya instalasi perpipaan yang terpasang. Dikemukakan, untuk Desa Katung nilainya Rp 1 miliar, sedangkan untuk Desa Sukawana dan Desa Siakin masing-masing Rp 1,5 miliar.

"Program SPAM dari Kementerian PUPR menyasar desa-desa yang telah memiliki jaringan air bersih lewat program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas," katanya, Minggu (20/6/2021).

Ia menjelaskan bahwa rogram bantuan air minum untuk tiga desa tersebut merupakan usulan dari desa masing-masing, sedangkan Pemerintah Kabupaten Bangli hanya sebatas memfasilitasi saja. Keputusan penetapan desa-desa yang memperoleh bantuan SPAM sepenuhnya berdasarkan kajian dari Kementerian PUPR.

Ketut Suardana menambahkan bahwa masih ada beberapa desa Pamsimas di Kabupaten Bangli yang memerlukan perluasan akses, terutama di daerah-daerah yang masuk rawan krisis air.

"Masalah air minum ini sangat penting karena menjadi kebutuhan utama masyarakat. Kami dari pemerintah daerah akan terus memperjuangkan peningkatan dan pelayanan air bersih untuk masyarakat ke Kementerian PUPR, dengan harapan kebutuhan air masyarakat terpenuhi" katanya. (dit.am/yss)


Print Berita