Program Kegiatan Pra-Sosialisasi Tahap IV National Urban Water Supply Project (NUWSP) tanggal 27-29 Januari 2021
Foto: Program Kegiatan Pra-Sosialisasi Tahap IV National Urban Water Supply Project (NUWSP) tanggal 27-29 Januari 2021
Direktorat Air Minum PUPR Jaring Minat Pemda dan BUMD Air Minum Penerima ProgramNUWSP

Banten—Menindaklanjuti pelaksanaan Program Kegiatan Pra-Sosialisasi Tahap IV National Urban Water Supply Project (NUWSP) tanggal 27-29 Januari 2021, Direktorat Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengadakan acara Sosialisasi Tahap IV Kegiatan NUWSP pada tanggal 15-17 Februari 2021. Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu untuk menjaring minat kabupaten/kota yang berpotensi menerima bantuan program TA 2022.

Direktur Air Minum, Yudha Mediawan menyampaikan bahwa sesuai mandat RPJMN Tahun 2020-2024, terjadi penyesuaian target akses air minum dari akses “layak” menjadi akses "aman" sesuai dengan standar Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini dapat dicapai apabila seluruh penduduk Indonesia mendapatkan layanan air minum melalui jaringan perpipaan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu melalui Program NUWSP, pemerintah pusat telah menyediakan dana sebesar USD 100 juta dari dukungan Bank Dunia untuk dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur jaringan perpipaan dan dikelola oleh BUMD Air Minum. Dana tersebut dapat diakses oleh Pemda yang berkomitmen memenuhi syarat readiness criteria (RC) yang telah ditentukan.

"Komitmen Pemda dalam memenuhi RC merupakan kunci penting keberhasilan program ini," sesuai arahan Direktur Air Minum ketika memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Tahap IV Kegiatan NUWSP di Banten, Senin (15/02/2021).

Beberapa RC yang harus disiapkan Pemda dan BUMD Air Minum yaitu Pertama, penyampaian surat minat kepala daerah; Kedua, penyusunan proposal teknis sesuai kategori Self Assesment Toolkit (SAT); Ketiga, dukungan kebijakan penyesuaian tarif; Keempat penyediaan Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB) untuk pembangunan jaringan distribusi bagi (JDB); Kelima, dokumen perencanaan layak teknis; dan Keenam, pengurusan perizinan.

Kepala Subdit Wilayah 3 Direktorat Air Minum, Ade Syaiful Rachman menyampaikan bahwa terdapat 3 (tiga) kategori bantuan program yang diberikan NUWSP kepada Pemda dan BUMD Air Minum yaitu : Pertama, Bantuan Program Stimulan (Seed Grant) berupa optimalisasi SPAM eksisting untuk daerah yang memiliki kapasitas rendah dalam penyelenggaraan SPAM; Kedua, Bantuan Program Pendamping (Matching Grant) adalah insentif yang diberikan untuk mendorong pemerintah daerah dan BUMD Air Minum memanfaatkan sumber pendanaan non-publik. Kegiatan non-publik yang dapat diklaim adalah kegiatan dengan financial close/akad credit yang dilakukan setelah pelaksanaan prasosialisasi; dan Ketiga, Hibah Berbasis Kinerja (Performance Based Grant) berupa peningkatan efisiensi operasional untuk Air Tak Berekening dan Efisiensi Energi bagi daerah yang berkapasitas dan berkomitmen dalam peningkatan kinerja dan efisiensi operasional BUMD Air Minum.

Sampai saat kegiatan sosialisasi berlangsung telah ada 28 (dua puluh delapan) BUMD Air Minum yang telah menyampaikan penyusunan proposal teknis. Sesuai kategori SAT ada 4 (empat) BUMD Air Minum yang akan mengikuti Program Pendamping, 17 (tujuh belas) BUMD Air Minum yang akan mengikuti Program Stimulan, dan 7 (tujuh) BUMD Air Minum yang akan mengikuti Program Hibah Berbasis Kinerja (Performance Based Grant).

Program NUWSP merupakan kegiatan kolaborasi antara kementerian/lembaga yang menangani sektor air minum. Selain dukungan pembinaan teknis di Kementerian PUPR, program ini juga akan dikawal oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai pembina pemerintah daerah. Selain itu kegiatan NUWSP tidak hanya berupa kegiatan fisik, namun juga pendampingan teknis dan capacity building secara menerus sehingga diharapkan Pemda dan BUMD Air Minum peserta program dapat menerapkan tata kelola pemerintahan bidang air minum yang baik (good water governance).

Ikut hadir dalam acara ini, perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas; Kemendagri; dan Pemda serta BUMD Air Minum calon peserta program di antaranya Kabupaten Bandung, Kota Pontianak, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kampar dan Kota Bengkulu. (Pspam/elmy/zikra)

Print Berita