Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Yudha Mediawan (kanan) ketika melaunching tiga buku tentang penanganan air minum di Indonesia.
Foto: Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Yudha Mediawan (kanan) ketika melaunching tiga buku tentang penanganan air minum di Indonesia.
Direktur Air Minum: 148 PDAM di Indonesia Berkinerja Kurang Sehat

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan terdapat 148 perusahaan daerah air minum (PDAM) di seluruh Indonesia yang memiliki kinerja kurang sehat dan sakit, hal itu didapat setelah dilakukan penilaian kinerja pada tahun 2020.

Menurut Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Ir. Yudha Mediawan, M.Dev.Plg, ketika melanunching tiga buku tentang air minum di Jakarta, belum lama ini, pihaknya berkomitmen untuk membantu PDAM dengan kinerja kurang sehat dan sakit untuk menjadi lembaga yang sehat.

Salah satu uoaya yang dilakukan Direktorat Air Minum, katanya, adalah memberikan bantuan perluasan sambungan rumah (SR) sehingga dapat menambah jumlah pelanggan dan meningkatkan pendapatan PDAM tersebut.

Pada kesempatan itu Yudha Mediawan juga menyarankan agar PDAM menentukan tarif air minum yang memenuhi prinsip bisnis, setidaknya ada selisih antara biaya produksi dan biaya penjualan, sehingga PDAM tidak mengalami kerugian.

Hal lain yang menurutnya menyebabkan adanya kerugian yang diderita PDAM adalah terjadinya kebocoran pipa, baik yang disebabkan oleh faktor teknis maupun non teknis.

"Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR secara terus menerus melakukan pelatihan dan bimbingan teknis terkait tata kelola manajemen yang baik, termasuk mengoptimalkan keberadaan idle capacity di setiap PDAM," kata Yudha Mediawan.

Menurutnya, pengembangan PDAM memiliki prospek yang baik di masa depan dan berpotensi menjadi perusahaan daerah yang menguntungkan apabila dikelola dengan baik.

"Saya juga mengimbau agar pengelolaan PDAM tidak dikaitkan dengan adanya politisasi atau sangkut paut politik yang bisa berdampak kurang baik terhadap PDAM tersebut," katanya menegaskan.

Direktur Air Minum menambahkan, tahun 2021 ini, Kementerian PUPR telah menetapkan anggaran sebesar Rp 4 triliun untuk membantu PDAM kurang sehat dan sakit di seluruh Indonesia, meskipun untuk memperoleh anggaran itu harus memenuhi syarat dan kriteria yang telah ditentukan.

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Rudie Kusmayadi mengatakan, Perpamsi terus mengupayakan adanya pola kemitraan untuk membantu PDAM yang berkinerja kurang sehat dan sakit, yakni dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang diberikan PDAM besar kepada PDAM yang kecil atau PDAM yang berkinerja kurang sehat dan sakit.

"Kami telah melakukannya sejak tahun 2011, yaitu ada 70 kemitraan besar dengan (PDAM) yang dibantu. Sekitar 85 persen berhasil,” katanya.

Berdasarkan baseline data tahun 2020, dari 387 BUMD Air Minum (PDAM) yang dinilai, terdapat 239 (62 persen) BUMD Air Minum yang berkinerja sehat dan ada 148 (38 persen) BUMD Air Minum yang masih memiliki kinerja kurang sehat dan sakit. (dit.am/yss)

Print Berita