Anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, Ketua Balai PPW Riau, PPK Air Minum, Ketua DPMU Pamsimas, tenaga ahli ROMS 4 Pamsimas, fasilitator Pamsimas, KKM, KP-SPAMS Desa, dan Kasatker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Riau berfoto bersama usai Rapat Evaluasi Pamsimas TA 200 Provinsi Riau.
Foto: Anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, Ketua Balai PPW Riau, PPK Air Minum, Ketua DPMU Pamsimas, tenaga ahli ROMS 4 Pamsimas, fasilitator Pamsimas, KKM, KP-SPAMS Desa, dan Kasatker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Riau berfoto bersama usai Rapat Evaluasi Pamsimas TA 200 Provinsi Riau.
Progres Pamsimas III TA 2020 di Provinsi Riau Capai 97,96 Persen

Pekanbaru – Pogres kegiatan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun anggaran 2020 di Provinsi Riau hingga kini sudah mencapai 97,96 persen. Jumlah desa dengan progress 100 persen dan telah melaksanakan fungsi Pamsimas ada sebanyak 91 desa, sedangkan 48 desa lainnya dalam proses penyelesaian.

 

Hal itu dikemukakan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Riau, Ichwanul Ihsan, pada acara Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Program Pamsimas III Provinsi Riau di Pekanbaru, Selasa (8/12/2020).

 

Rapat evaluas tersebut dihadiri anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, Kasatker Pelaksanaan, PPK Air Minum, Ketua DPMU Pamsimas se-Provinsi Riau, tenaga ahli ROMS 4 Pamsimas Provinsi Riau, fasilitator Pamsimas se-Provinsi Riau, KKM dan KP-SPAMS Desa (Reguler, HID, HKP) melalui video conference.

 

Menurut dia, program Pamsimas telah menjadi salah satu program andalan nasional dalam meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat.

 

“Program Pamsimas merupakan program yang berbasis masyarakat di mana masyarakat diajak terlibat langsung mulai dari awal perencanaan, pelaksanaan, operasional dan pengembangan,” katanya.

 

Begitu pentingnya program Pamsimas, menurut Ichwanul, di tingkat kabupaten dibutuhkan tim kuat melalui kolaborasi Tim District Project Management Unit (DPMU)/Pemerintah Daerah dan Tim Regional Oversight Management Service (ROMS) kabupaten sehingga mampu melakukan penguatan, pendampingan dan pemberdayaan masyarakat secara terus menerus.

 

Pada bagian lain, menurutnya, Program Pamsimas III di Provinsi Riau pada TA 2020 terdapat 139 desa sasaran yang terdiri atas 39 desa reguler, 74 Desa Hibah Insentif Desa (HID), dan 26 Desa Hibah Khusus Pamsimas (HKP), dan semua anggarannya bersumber dari Pemerintah Pusat (APBN).

 

Kepada para pihak terkait, ia mengharapkan agar segera melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan terhadap program Pamsimas yang belum menyelesaikan kegiatannya.

 

Sementara itu anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat menyampaikan apresiasi kepada Balai PPW Riau atas prestasi yang telah diraih di tahun 2020, baik prestasi pada lomba-lomba yang diadakan Kementerian PUPR maupun capaian prestasi kinerja yang telah melebihi dari rata-rata nasional.

 

“Sebagai wakil rakyat dari Dapil Riau, saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan dana APBN dari Pemerintah Pusat dan setiap program Kementerian PUPR berjalan dengan benar dan berhasil,” katanya.

 

Ia juga menyatakan bahwa Program Pamsimas merupakan program yang berbasis masyarakat, dan dalam setiap rapat kerja dengan Menteri PUPR, Komisi V DPR RI selalu meminta agar program yang berbasis masyarakat dapat dilanjutkan dan ditingkatkan, apalagi pada saat kondisi pandemi Covid-19.

 

Rapat evaluasi dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima antara Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) dengan PPK Air Minum. (dit.am/yss)

Print Berita