Pejabat Pemerintah Kabupaten Karangasem sedang mengecek kran air minum program Pamsimas di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem, beberapa waktu lalu, Untuk tahun 2021, Kabupaten Karangasem akan memperoleh bantuan HID Pamsimas dari Kementerian PUPR untuk 14 desa.
Foto: Pejabat Pemerintah Kabupaten Karangasem sedang mengecek kran air minum program Pamsimas di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem, beberapa waktu lalu, Untuk tahun 2021, Kabupaten Karangasem akan memperoleh bantuan HID Pamsimas dari Kementerian PUPR untuk 14 desa.
Melalui HID Pamsimas 14 Desa di Karangasem Akan Terbebas dari Rawan Air

Karangasem – Kabupaten Karangasem menargetkan sebanyak 14 desa di wilayahnya memperoleh bantuan dana hibah insentif desa (HID) untuk tahun anggaran 2021 sebagai kelanjutan dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sehingga terbebas dari status desa rawan air.

 

Sebanyak 14 desa di kabupaten itu telah direkomendasikan untuk memperoleh dana Pamsimas HID TA 2021 sehingga infrastruktur sarana air bersih Pamsimas yang telah dibangun di 14 desa itu pada tahun 2019 semakin berkembang dan dapat melayani kebutuhan air bersih warga desa dengan lebih banyak.

 

“Desa-desa itu sebelumnya telah memperoleh bantuan program Pamsimas TA 2019. Karena pengelolaannya baik dan adanya kebutuhan untuk memperluas jaringan sambungan air untuk memperluas pelayanan, maka diusulkan untuk memperoleh bantuan Pamsimas HID tahun 2021,” kata Kadis PUPR Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa di Karangasem, Jumat (13/11/2020).

 

Menurutnya, desa-desa penerima program Pamsimas seringkali memiliki keterbatasan untuk memperluas jaringan air minum untuk menjangkau seluruh warga desa, sehingga membutuhkan dana besar untuk membangun penambahan jaringan pipa air minum, kran air dan meteran air.

 

Dengan adanya program bantuan HID untuk desa-desa Pamsimas dari Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, katanya, maka pihaknya telah merekomendasikan 14 desa untuk memperoleh bantuan penambahan jaringan Pamsimas tersebut.

 

“Jumlah bantuan dana HID tersebut rata-rata Rp 245 juta per desa, dan apabila terealisasi maka desa-desa tersebut dipastikan statusnya akan terbebas dari desa rawan air. Tinggal selanjutya kami akan menggarap desa-desa lain yang masih kesulitan untuk memperoleh air bersih, ” kata I Nyoman Sutirtayasa.

 

Ia menambahkan bahwa desa-desa Pamsimas yang memperoleh bantuan HID tersebut telah menyerahkan pengelolaannya kepada Kelompok Pengelola Sarana Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAM).

 

Penetapan desa Pamsimas untuk memperoleh dana HID ditentukan oleh Kementerian PUPR, beberapa syaratnya di antaranya adalah ada mata air yang dapat dimanfaatkan dan dialirkan secara gravitasi. Bantuan dana tersebut di antaranya untuk biaya pengadaan pipa dan membangun reservoir, dan apabila ada kekurangan akan ditutup oleh dana desa dan swadaya masyarakat.

 

Sementara itu Perbekel Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, I Gede Suardana, menyatakan kesiapannya untuk menerima dan mengelola banduan dana HID tersebut, dan mengakui bahwa sarana air bersih Pamsimas di desanya masih membutuhkan tambahan dana untuk penambahan jaringan dan pengadaan pipa ke banjar-banjar.

 

Desa-desa yang mendapat rekomendasi untuk menerima dana HID TA 2021 tersebut adalah Desa Tulamben, Tianyar Barat, Desa Ban, Sukadana, Tianyar Tengah, dan Desa Baturinggit di Kecamatan Kubu; Desa Tenganan, Antiga, dan Desa Manggis (Kecamatan Manggis); Desa Sebudi dan Desa Amerta Bhuana (Kecamatan Selat); Desa Jungutan (Kecamatan Bebandem); Desa Tri Eka Bhuana (Kecamatan Sidemen); dan Desa Bunutan (Kecamatan Abang). (dit.am/yss)


Print Berita