Masyarakat Desa Pinggang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai berfoto bersama PPK Air Minum Pamsimas Kabupaten Maggarai, Koordinator Pamsimas, pengurus KKM, Fasilitator Pendamping Pamsimas, pengurus KP-SPAMS, dan aparat pemerintah desa seusai peresmian program Pamsimas desa itu.
Foto: Masyarakat Desa Pinggang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai berfoto bersama PPK Air Minum Pamsimas Kabupaten Maggarai, Koordinator Pamsimas, pengurus KKM, Fasilitator Pendamping Pamsimas, pengurus KP-SPAMS, dan aparat pemerintah desa seusai peresmian program Pamsimas desa itu.
Warga Desa Pinggang Bersyukur Peroleh Air Bersih Pamsimas

Manggarai – Warga Desa Pinggang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT, bergembira dan amat bersyukur setelah hadirnya air bersih melalui pembangunan infsrastruktur sarana air minum program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di desanya.

 

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah yang telah memperhatikan kerindunan kami terkait air bersih. Setelah lama menunggu, akhirnya mulai hari ini kami dapat menikmati air bersih dengan mudah dan sangat dekat," kata Primus Deri (55), seorang warga Desa Pinggang di sela-sela acara peresmian program Pamsimas Desa Pinggang, Kamis (19/11/2020).

 

Peresmian dilakukan oleh PPK Air Minum, Satker Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Wilayah I Provinsi NTT yang diwakili PPK Air Minum Program Pansimas III Kabupaten Manggarai, Heribertus Petria dan ditandai pengguntingan pita oleh Kepala Desa Pinggang, Bernabas Kacang.

 

Hadir dalam acara itu Koordinator Pansimas Kabupaten Manggarai, Yohanes Lamba Loy, KKM Watu Ngampang Desa Pinggang, Ferdinandus Ahi, Fasilitator Pendamping Pamsimas III Kabupaten Manggarai, Eltus Dosi Woda dan Deni Sempel, Ketua KP-SPAMS Desa Panggang, Aloysius Endi, tokoh adat dan tokoh masyarakat Desa Pinggang, serta masyarakat desa penerima pemanfaat air minum.

 

Menurut Primus Deri, sebelum hadirnya program air minum bersih dari Pansimas, warga Desa Panggang harus menempuh perjalanan jauh sekitar dua kilometer untuk mengambil air di mata air Wae Pong Mata dan Wae Nampar.

 

Hal sama dikemukakan Daniel Hambur (45), juga warga Desa Panggang. “Terima kasih sekali, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah. Kami sekarang tidak susah lagi dengan air bersih,” katanya.

 

Sedangkan PPK Air Minum Program Pansimas III Kabupaten Manggarai, Heribertus Petria mengungkapkan kegembiraannya, karena program air minum Pamsimas sudah diresmikan dan seluruh warga desa sudah bisa me nikmati air bersih. Menurutnya, keberhasilan itu karena semua pihak telah bekerja sama dengan baik.

 

“Kami mengharapkan sarana air minum yang telah terbangun dapat dipelihara dan dikelola dengan baik sehingga manfaatnya dapat berkelanjutan,” katanya.

 

Ia juga berpesan, demi keberlanjutan program air bersih, masyarakat pemanfaat wajib berkontribusi melalui pembayaran iuran, baik iuran bulanan maupun pembayaran per kubik, sehingga pengelola memiliki dana untuk perbaikan kerusakan atau untuk pengembangan sarana air minum.

 

Koordinator Pansimas Kabupaten Manggarai Yohanes Lamba Loy juga mengharapkan agar fasilitas dan sarana-prasarana air minum yang telah dibangun dijaga dan dipelihara dengan baik dan juga wajib membayar iuran untuk pemanfaatan pemeliharaan jika suatu saat terjadi kerusakan.

 

“Hingga saat ini, program Pansimas sudah mengintervensi sebanyak 123 desa di Kabupaten Manggarai,” katanya.

 

Pada bagian lain, ia menjelaskan bahwa untuk tahun anggaran 2020, Desa Pinggang mendapat dana bantuan Hibah Insentif Desa (HID) Pamsimas bersama 13 desa lainnya. Hibah HID tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada desa yang telah mengembangkan program Pamsimas sebelumnya dengan baik.

 

“Jadi kita bangga ada 14 desa di Kabupaten Manggarai yang telah berhasil mengembangkan program Pamsimas sehingga memperoleh bantuan HID,” katanya.

 

Kepala Desa Pinggang Bernabas Kacang juga berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan pemerintah kabupaten yang selalu memperhatikan kebutuhan warga Desa Pinggang, khususya kebutuhan terhadap air bersih.

 

“Kita harus pelihara air Pamsimas dengan baik, iuran wajib dibayar, sehingga ada uang untuk memperbaiki kerusakan. Mudah-mudahan di tahun depan desa kami juga akan mendapat bantuan sambungan rumah tambahan dan meteran air,” katanya berharap.

 

Sedangkan KKM Watu Ngampang Desa Pinggang, Ferdinandus Ahi, dalam laporannya mengatakan bahwa sumber dana program Pamsimas HID Desa Pinggang berasal dari BLM APBN sebasar 80 persen atau sebesar Rp 200 juta, termasuk di dalamnya untuk biaya pelatihan dan kegiatan PHBS. Sedangkan dana kontribusi masyarakat sebesar 20 persen, baik uang tunai maupun tenaga, yaitu sebesar Rp 57.250.000. (dit.am/yss)


Print Berita