: Ir. Triyono Tulus Setiawan, M.Eng didampingi Waka CPMU 1 Program Pansimas, Juliana Lestari, S.T., M.T mewakili Direktur Air Minum Kementerian PUPR membuka acara Finalisasi Petunjuk Teknis Program Pamsimas 2021
Foto: : Ir. Triyono Tulus Setiawan, M.Eng didampingi Waka CPMU 1 Program Pansimas, Juliana Lestari, S.T., M.T mewakili Direktur Air Minum Kementerian PUPR membuka acara Finalisasi Petunjuk Teknis Program Pamsimas 2021
Juknis Program Pamsimas 2021 Akomodasi Prosedur Pencegahan Covid 19

Labuan Bajo- Sebagai wujud komitmen untuk mewujudkan akses air minum 100 persen sekaligus mencegah penyebaran virus Covid 19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) menambahkan klausul pencegahan penyebaran Covid-19 dalam Juknis Program Pamsimas Tahun 2021. Hal tersebut dimaksudkan agar program dapat terus dijalankan namun tetap mengutamakan keselamatan masyarakat di lapangan.

 

“Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Saya harap semua Juknis yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan harus memperhatikan pencegahan Covid-19 dengan memberikan koreksi-koreksi berdasarkan pembelajaran di tahun 2020,”kata Kasubdit Wilayah II, Ir. Triyono Tulus Setiawan, M.Eng yang mewakili Direktur Air Minum Kementerian PUPR dalam acara pembukaan Finalisasi Petunjuk Teknis Program Pamsimas 2021, Rabu (17/11/2020) di Luwansa Hotel, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Ikut hadir dalam acara ini perwakilan CPMU Pansimas dari pemangku kepentingan terkait.

 

Tulus menyampaikan bahwa Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) merupakan program andalan nasional untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat. Selain membangun SPAM di desa baru, Program Pansimas juga bertanggungjawab terhadap keberfungsian terhadap sarana-sarana yang sudah dibangun. Sejak diprogramkan pada tahun 2008, Program ini telah berhasil menyediakan tambahan pelayanan air minum bagi 16,7 juta jiwa dan tambahan fasilitas sanitasi layak bagi 15,4 juta jiwa di 22.961 desa yang tersebar di 376 kabupaten/kota di 33 provinsi.

 

Pada pelaksanaan tahun 2021, Program Pamsimas kembali memberikan Dana BLM untuk 2700 desa baru untuk menambah jumlah penerima manfaat. Selain itu juga akan diberikan Program Hibah kepada 1800 desa untuk mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten untuk membina pengelolaan sarana SPAM agar tetap menjadi berfungsi baik.

 

Ada 2 jenis Hibah yang akan diberikan yaitu Hibah Insentif Desa (HID) dan Hibah Khusus Pamsimas (HKP). Hibah Insentif Desa diberikan kepada desa yang berkinerja baik dan hibah ini diberikan untuk mengembangkan layanan di desa, sedangkan Hibah Khusus Pamsimas atau HKP dilaksanakan sebagai dukungan untuk peningkatan kualitas pelayanan serta perbaikan kinerja SPAM perdesaan untuk memastikan keberlanjutan pelayanan air minum dan sanitasi sekolah.(dit.am/elmy)

Print Berita