Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika meninjau dan memeriksa pembangunan sarana air minum program Pamsimas di Banjar Babung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (17/11). Pemerintah Pusat memberikan bantuan program Pamsimas untuk 14 desa di Kecamatan Dawan dalam dua tahun terakhir ini. (ist)
Foto: Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika meninjau dan memeriksa pembangunan sarana air minum program Pamsimas di Banjar Babung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (17/11). Pemerintah Pusat memberikan bantuan program Pamsimas untuk 14 desa di Kecamatan Dawan dalam dua tahun terakhir ini. (ist)
Pemerintah Daerah Wajib Atasi Krisis Air Bersih yang Dialami Warganya

Semarapura - Air merupakan kebutuhan dasar manusia dan pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kebutuhan dasar tersebut, terutama kepada masyarakat yang berada di derah krisis air bersih.

 

Hal itu dikemukakan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika meninjau pembangunan sarana air minum program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Banjar Babung, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (17/11).

 

“Apabila ada masyarakat yang mengalami krisis air bersih, maka pemerintah daerah wajib hadir untuk mengatasi persoalan tersebut,” katanya.

 

Pembangunan sumur bor melalui program nasional Pamsimas, menurutnya, menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan air di pelosok perdesaan, termasuk di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Pemerintah daerah, katanya, akan mendukung penuh program Pamsimas, dan akan meminta setiap kepala desa untuk menyediakan anggaran melalui BUMDes yang ada, sehingga seluruh desa bisa mengelola sendiri pelayanan air minum kepada warganya.

 

“Saya minta infrastruktur program Pamsimas ini segera dimanfaatkan, jangan didiamkan lama-lama, nanti mesinnya malah rusak,” kata Suwirta. Bupati antara lain didampingi Kadis PUPR Klungkung, Anak Agung Lesmana.

 

Ia mengharapkan desa-desa yang sudah mempunyai infrastruktur sarana air minum Pamsimas bisa mengembangkan bisnis air minum yang ada secara mandiri, meskipun dengan tariff yang tidak terlalu membebani masyarakat.

 

Menurut bupati, saat ini ada 14 desa yang menerima bantuan Pamsimas di Kecamatan Dawan, yaitu sembilan desa pada tahun anggaran 2019 dan lima desa di tahun anggaran 2020. Sembilan desa TA 2019 yaitu Desa Sekartaji dengan bantuan sebesar Rp 511 juta, Tegak (Rp 213 juta), Paksebali (Rp 161 juta), Batukandik (Rp 245 juta), Getakan (Rp 231 juta), Nyanglan (Rp 231 juta), Batumadeg (Rp 122 juta), Tihingan (Rp 245 juta), dan Desa Akah sebesar Rp 245 juta.

 

Sedangkan untuk TA 2020, desa yang memperoleh bantuan dana Pamsimas adalah Desa Nyalian sebesar Rp 350 juta, Selat (Rp 361 juta), Aan (Rp 339 juta), Timuhun (Rp 350 juta), dan Desa Gunaksa sebesar Rp 350 juta. Anggaran untuk Pamsimas berbeda-beda tiap desanya, tergantung kondisi geografis dan lokasi mata airnya. (dit.am/yss)


Print Berita