Para pengurus Jorong Warga Jorong Koto Sarikat, bersama perwakilan SKPD kabupaten, Pamsimas ROMS Kabupaten  Lima Puluh Kota, fasilitator Pamsimas, dan warga desa, berfoto bersama setelah acara syukuran dan serah terima Sarana Air Bersih Pamsimas di jorong itu.
Foto: Para pengurus Jorong Warga Jorong Koto Sarikat, bersama perwakilan SKPD kabupaten, Pamsimas ROMS Kabupaten Lima Puluh Kota, fasilitator Pamsimas, dan warga desa, berfoto bersama setelah acara syukuran dan serah terima Sarana Air Bersih Pamsimas di jorong itu.
Warga dan Perantau Jorong Koto Sarikat Berhasil Wujudkan Layanan Air Minum Desa

Lima Puluh Kota – Warga Jorong (Desa) Koto Sarikat, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, selama puluhan tahun hanya mengandalkan air hujan yang ditampung untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari, yaitu memasak, mandi, dan mencuci. Sebagian warga lain mempunyai sumber air sendiri, namun kualitasnya kurang baik, mereka menyebutnya “panogan”, dan airnya mengandung endapan kekuningan.

Jorong ini lokasinya hanya berjarak kurang lebih 20 Km dari ibu kota kabupaten, dihuni sekitar 118 KK atau 400 jiwa lebih, dan kebanyakan dari mereka merupakan petani dan buruh harian lepas.

Kemudian datanglah berita gembira itu, ketika tahun 2019 lalu, Jorong Koto Sarikat ditetapkan menjadi salah satu lokasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2020. Hadirnya program Pamsimas di jorong ini seolah memberikan harapan baru, karenanya masyarakat menyambutnya dengan antusias yang ditunjukkan melalui kegiatan gotong royong selama pelaksanaan kegiatan.

Bahkan warga setempat langsung menyusun jadwal kerja gotong royong sebelum, jauh sebelum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Solok Saiyo dan pemerintah. Namun berkat antusiasme tinggi warga desa dan telah adanya perencanaan sejak jauh hari, menjadikan pembangunan sarana air bersih perdesaan Pamsimas tersebut menjadi jauh lebih cepat.

KKM Solok Saiyo, dibantu Satlak Pamsimas dan didukung penuh warga desa akirnya berhasil menyelesaikan program Pamsimas lebih cepat dari yang direncanakan (95 hari kerja). Pertengahan Oktober 2020 lalu, sarana air minum tersebut diserahkan KKM kepada pemerintah untuk diresmikan dan segera bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pada awal November 2020, sarana air bersih Pamsimas tersebut kemudian diserahterimakan melalui acara yang meriah namun khidmat, dan tetap menaati protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Hadir pada serah terima tersebut pimpinan SKPD kabupaten, Camat Guguak, Pemerintah Nagari dan Pamsimas ROMS Kabupaten Lima Puluh Kota. Acara dimeriahkan dengan atraksi Tari Gelombang, tarian daerah dari Minangkabau untuk menyambut tamu yang datang.

Salah satu yang menjadikan program pembangunan sarana air minum Pamsimas tersebut lancar dan sukses adalah adanya dukungan dari para perantauan Minangkabau melalui sumbangan dana yang diberikan kepada KKM Solok Saiyo. Sebanyak 92 sambungan rumah (SR) yang dilengkapi dengan meteran air merupakan hasil sumbangan perantauan warga Minangkabau, lima SR di antaranya diperuntukkan bagi fasilitas umum (Poskesri, masjid, musholla, TPA dan rumah Gharin Masjid).

Tidak hanya menambah akses air minum melalui 92 SR, KKM juga berhasil meningkatkan capaian akses sanitasi dari semula 35 rumah menjadi 70 rumah.

“Luar biasa, terjadi peningkatan akses sanitasi 100 persen, dan mudah-mudahan di akhir tahun bisa tercapai Stop Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free/ODF,” kata Andre Rachman dari Dinkes Kabupaten Lima Puluh Kota.

Perhatian yang besar dari Pemerintah Nagari dan kepedulian orang rantau Saiyo Sakato, merupakan kebersamaan antara kampung dan rantau untuk membangun kampung halaman. Hal ini merupakan bukti dan wujud nyata yang yang telah ditunjukkan warga Jorong Koto Sarikat di manapun mereka berada.

Keteladanan dan pengorbanan juga ditunjukkan oleh salah seorang warga yang merelakan hamparan sawahnya yang sedang ditumbuhi padi untuk dilalui jalur pipa yang membelah lahannya, dan sama sekali tidak ada kerisauan sedikit pun ditunjukkannya.

“Asalkan ini untuk kebaikan bersama, lebih dari ini pun In sya Allah akan kami iklaskan. Rezeki takkan berkurang dengan berbagi,” tutur Tek Iyen, begitu warga menyapanya. Pengorbanan dan keiklasan Tek Iyen sangat berkesan di hati para fasilitator Pamsimas yang bertugas di Jorong Koto Sarikat.

Acara serah terima ditutup dengan makan siang bersama sebagai bentuk syukur dan terima kasih masyarakat kepada Yang Mahakuasa.

Untuk tahun 2021 mendatang, menurut Wali Nagari Kubang, ada alokasi anggaran melalui APBDes/Nagari sebesar Rp 175 juta untuk mengembangkan pelayanan air bersih kepada, khususnya bagi  kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). (dit.am/yss)


Print Berita