Salah seorang Fasilitator Program Pamsimas, Roni, ketika melakukan pemeriksaan dan monitoring program sarana air minum Pamsimas di Dusun Sibeuotcun, Kabupaten Mentawai.
Foto: Salah seorang Fasilitator Program Pamsimas, Roni, ketika melakukan pemeriksaan dan monitoring program sarana air minum Pamsimas di Dusun Sibeuotcun, Kabupaten Mentawai.
Warga Dusun Sibeuotcun Sudah Nikmati Air Minum Pamsimas

Kepulauan Mentawai - Dusun Sibeuotcun, Desa Malancan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, kerap menjadi langganan banjir saat hujan karena perkampungan itu dikelilingi sungai, sehingga sumur galian masyarakat yang menjadi sumber air kebutuhan keluarga kerap tercemar oleh sampah yang dibawa oleh luapan air sungai.

Warga dusun itu juga kerap kesulitan memperoleh air bersih, sehingga untuk memperolehnya, mereka mengambil air bersih dari sumber mata air yang jaraknya cukup jauh. Warga juga serig mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun saat ini warga Dusun Sibeuotcun sudah bisa menikmati air minum melalui sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Mereka tak perlu terlalu mengandalkan air hujan atau mengambil air di sumber mata air yang jauh.

"Sekarang sumber air sudah aman. Kadang orang dari desa Pokai atau Sikabaluan saat kemarau datang ke dusun kami untuk mengambil air bersih," kata Amon Saleleu, salah seorang warga Dusun Sibeuotcun, Minggu (13/9/2020).

Menurutnya, ia dan seluruh warga dusun sangat dimudahkan dengan adanya sarana air minum Pamsimas, karena air bersih langsung mengalir ke setiap rumah melalui kran air yang dipasang di depan atau di samping rumah masing-masing. Warga tinggal memasang selang air untuk mengalirkan air ke dapur atau kamar mandi.

Kepala Dusun Sibeuotcun, Kornelius menjelaskan, awal Agustus 2020 lalu saat musim hujan, jaringan pipa air Pamsimas sempat rusak karena tertimpa dahan kayu yang patah. Tiang penyangga pipa rusak yang menyebabkan terputusnya jaringan air kepada masyarakat. Namun setelah diperbaiki bersama-sama seluruh warga, saat ini alira air sudah lancar kembali.

Ia mengharapkan ke depan, pemerintah desa bisa membantu tambahan anggaran dari alokasi dana desa untuk membangun penyangga pipa permanen, sehingga jaringan pipa tersebut lebih kuat dan dapat mengalirkan air minum dari setiap kran ke rumah-rumah warga dengan aman.

Kepala Desa Malancan, Jalimin mengatakan pihak pemerintah desa sudah menyediakan anggaran untuk tiga titik lokasi Pamsimas di Desa Malancan pada APBDes 2020 berdasarkan besaran yang telah ditentukan dalam program, termasuk di Dusun Sibeuotcun. Namun amggaran itu belum dapat direalisasikan tahun ini karena anggaran banyak terserap pada kegiatan penanganan Covid-19.

"Kalau tidak terealisasi tahun 2020 ini, kami akan akan realisasikan tahun 2021, karena kegiatan desa tahun 2020 yang tertunda maka akan dilaksanakan pada tahun 2021," katanya.

Salah seorang Fasilitator Program Pamsimas, Roni, menjelaskan bahwa hasil monitoring program terhadap sarana Pamsimas di Dusun Sibeuotcun air yang mengalir ke rumah-rumah warga berjalan dengan baik dan termanfaatkan oleh masyarakat.

"Memang tinggal penyempurnaan kegiatan saja, misalnya pengecoran penyangga pipa dan menyambungkan pipa dari jaringan pipa umum ke rumah-rumah masyarakat melalui pipa distribusi, yang diharapkan dapat dialokasikan dari anggaran desa,” katanya.

Berdasarkan penganggaran Pamsimas, Dusun Sibeuotcun mendapat total anggaran Pamsimas sebasar Rp 400 juta yang terdiri atas 70 persen anggaran dari APBN, 20 persen nilai swadaya masyarakat, dan 10 persen bersumber dari Alokasi Dana Desa. (am/yss)

Print Berita