Suasana Rapat Sosialisasi Tingkat Kabupaten Usulan Program Hibah Insentif Desa (HID), Hibah Khusus Pamsimas (HKP), Hibah Air Minum Perdesaan Berbasis Kinerja (HAMP) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun Anggaran 2021 di Kantor Pemda Lumajang, Senin (31/8/2020).
Foto: Suasana Rapat Sosialisasi Tingkat Kabupaten Usulan Program Hibah Insentif Desa (HID), Hibah Khusus Pamsimas (HKP), Hibah Air Minum Perdesaan Berbasis Kinerja (HAMP) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun Anggaran 2021 di Kantor Pemda Lumajang, Senin (31/8/2020).
Lumajang Usulkan 20 Desa Peroleh Program Pamsimas Reguler TA 2021

Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menggelar kegiatan Sosialisasi Tingkat Kabupaten Usulan Program Hibah Insentif Desa (HID), Hibah Khusus Pamsimas (HKP), Hibah Air Minum Perdesaan Berbasis Kinerja (HAMP) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun Anggaran 2021, Senin (31/8/2020).

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang, Endah Mardiana, Program Pamsimas di Kabupaten Lumajang telah berlangsung sejak 2014.

“Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, ada 84 desa di Lumajang telah mengikuti program nasional Pamsimas, ditambah 14 desa yang masih dalam proses pelaksanaan di tahun 2020 ini,” katanya.

Untuk menjaga keberlanjutan dan penambahan penerima manfaat sarana air minum Pamsimas, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, melakukan intervensi beberapa program turunan Pamsimas yang bisa diikuti oleh desa-desa paska-Pamsimas di Kabupaten Lumajang.

Beberapa program turunan Pamsimas di antaranya Program HAMP, HID, dan HKP, yang dananya bersumber dari dana APBN dan APBD. Kabupaten Lumajang telah mengikuti program HAMP sejak tahun 2017, program HKP sejak tahun 2019, sedangkan Program HID baru memperoleh tahun 2020 ini.

Program lain adalah program Dana Alokasi Khusus Penugasan (DAK-P) dan Program Hibah Air Limbah Setempat (HALS). Program DAK-P diberikan kepada desa paska-Pamsimas dalam rangka meningkatkan atau mengembangkan sarana air minum yang sudah terbangun melalui program Pamsimas sebelumnya, sedangkan Program HALS sudah diikuti Kabupaten Lumajang sejak tahun 2018.

Untuk tahun anggaran 2021, Kabupaten Lumajang merencanakan pembangunan air minum melalui berbagai program, yakni program Pamsimas Reguler sebanyak 20 desa, HAMP sebanyak 2000 sambungan rumah (SR), HID kurang lebih tujuh desa, HKP di 10 desa, DAK Penugasan air minum 21 desa, serta program HALS sebanyak 250 unit.

“Program-program di atas merupakan program jangka pendek untuk membantu mengurangi beban permasalahan terkait sarana air minum dan sanitasi masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mengatasi persoalan krisis air minum di daerah utara Lumajang, pihaknya akan berusaha untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber mata air yang berada di Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang dan di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah.


Print Berita