Para kepala desa penerima HID Pamsimas TA 2020, DPMU Pamsimas Mojokerto, ROMS Pamsimas, FM dan FS yang bertugas di Kabupaten Mojokerto, tampak ikut menyaksikasn penandatanganan PKS BLM HID antara PPK BPPW Provinsi Jawa Timur dan KKM masing-masing desa.
Foto: Para kepala desa penerima HID Pamsimas TA 2020, DPMU Pamsimas Mojokerto, ROMS Pamsimas, FM dan FS yang bertugas di Kabupaten Mojokerto, tampak ikut menyaksikasn penandatanganan PKS BLM HID antara PPK BPPW Provinsi Jawa Timur dan KKM masing-masing desa.
12 Desa di Mojokerto Terima Program Bantuan HID Sebesar Rp 2,94 Miliar

Mojokerto – Sebanyak 12 desa lokasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada TA 2020 ini menerima program bantuan Hibah Insentif Desa (HID) dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, dengan total hibah mencapai Rp 2,94 miliar.

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) BLM HID dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Jawa Timur dan KKM masing-masing desa di Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kabupaten Mojokerto, Jumat (03/07).

Berkaitan dengan pandemi Covid-19, penandatanganan PKS bantuan HID program air minum tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hadir pada acara tersebut antara lain jajaran DPMU Pamsimas Kabupaten Mojokerto, para kepala desa penerima HID, ROMS Pamsimas, Fasilitator Masyarakat serta Fasilitator Senior yang bertugas di Kabupaten Mojokerto.

Bantuan program HID merupakan bentuk insentif kepada desa pasca-Pamsimas yang telah menunjukkan kinerja baik dalam pengelolaan oleh kelompok pengelola sistem penyediaan air minum dan sanitasi (KP-SPAMS). KP-SPAMS merupakan kelembagaan masyarakat pengelola SPAM dari hasil kegiatan Pamsimas.

Kriteria penilaian untuk menerima bantuan HID antara lain mempunyai kinerja keberfungsian sarana yang baik, penerapan tarif oleh KP-SPAMS dan masyarakat, serta terdapat kelompok masyarakat yang sudah bebas buang air besar sembarangan (BABS). HID diberikan untuk opsi pengembangan SPAMS dengan tujuan menambah cakupan pelayanan air minum di desa dan mendorong terwujudnya 100 persen akses air minum dan sanitasi di perdesaan.

Sejak Kabupaten Mojokerto mengikuti program Pamsimas pada tahun 2014, sudah ada sebanyak 75 desa pasca-program Pamsimas dengan kinerja pengelolaan air minum baik dan terus mengembangkan SPAMS terbangun untuk pencapaian akses 100 persen air minum dan sanitasi layak.

Untuk program bantuan HID tahun 2020, meskipun tidak ada kewajiban kontribusi APBDes non-sharing untuk menyertai kegiatan HID dari pemerintah pusat, namun seluruh pemerintah desa penerima bantuan HID telah mengalokasikan APBDes non-sharing sebagai penyerta kegiatan HID yang diterima desanya.

Misalnya Desa Sajen di Kecamatan Pacet sebagai penerima HID, pemerintah desanya telah mengalokasikan APBDes non-sharing sebesar Rp 511 juta untuk kegiatan penambahan jaringan pipa transmisi sepanjang 6300 meter. Kemudian Desa Tanjungkenongo, pemerintah desanya mengalokasikan APBDes non-sharing sebesar Rp 100 juta untuk pengadaan sumur bor dalam.

Selanjutnya Desa Kalikatir di Kecamatan Gondang mengalokasikan APBDes non-sharing sebesar Rp 64 juta untuk kegiatan penambahan pipa distribusi sepanjang 1300 meter. Sembilan pemerintah desa lainnya juga mengeluarkan dana alokasi APBDes non- sharing berkisar antara Rp 35 – Rp 50 juta untuk kegiatan penambahan sambungan rumah (SR) dan jaringan pipa distribusi.

Secara keseluruhan dari 12 desa penerima program HID di Kabupaten Mojokerto, total APBDes non-sharing yang disediakan seluruh 12 pemerintah desa penerima bantuan HID mencapai Rp 1,1 miliar. Dengan dana hibah HID dari pemerintah pusat sebesar Rp 2,94 miliar, maka 12 desa tersebut menerima BLM air minum mencapai Rp 4 miliar lebih, di luar dana sharing APBDes dan kontribusi masyarakat.

Menurut Kepala Desa Sajen, Syaiful Arif, pihak pemerintah desa dan masyarkat dan didukung KKM desa, bersepakat untuk mempercepat tercapainya target akses universal air minum, sehingga menyediakan dana APBDes non-sharing sebesar Rp 511 juta untuk penambahan jaringan pipa transmisi sepanjang 6300 meter

Hal sama dilakukan Kepala Desa Tanjungkenongo dengan menyiapkan dana APBDes nons-haring sebesar Rp 100 juta untuk pengadaan sumur bor dalam, memanfaatkan momentum kegiatan HID.

Koordinator Pamsimas (DC) Kabupaten Mojokerto, Tri Siwi Rejeki, menjelaskan, perwujudan akses universal secara signifikan akan berpengaruh terhadap ketangguhan sebuah desa dalam melawan pandemi Covid-19, karena pemenuhan kebutuhan dasar seperti air minum, air bersih, dan sanitasi yang layak menjadi prasarat dalam mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (pspam/yss)

Print Berita