Tim Fasilitator Masyarakat dan pengelola Program Pamsimas Kabupaten Kepulauan Meranti berfoto bersama seusai melakukan rapat penbahasan program bantuan Hibah Insentif Desa (HID) Program Pamsimas bagi lima desa di kabupaten itu.
Foto: Tim Fasilitator Masyarakat dan pengelola Program Pamsimas Kabupaten Kepulauan Meranti berfoto bersama seusai melakukan rapat penbahasan program bantuan Hibah Insentif Desa (HID) Program Pamsimas bagi lima desa di kabupaten itu.
Lima Desa di Kepulauan Meranti Terima HID Pamsimas 2020

Selatpanjang – Lima desa di Kabupaten Kepulauan Meranti, menerima Hibah Insentif Desa (HID) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun 2020, kata Fasilitator Pemberdayaan Program Pamsimas Kepulauan Meranti, Fathurrahman Al Faruq di Selatpanjang, Kamis (6/8/2020).

Menurutnya, program Pamsimas merupakan platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dengan pendekatan berbasis masyarakat.

“Dananya bersumber dari APBN dan akan digunakan untuk peningkatan kualitas air bersih serta menambah jaringan perpipaan di desa. Adapun desa yang akan menerima HID tersebut adalah Desa Alai Selatan, Maini Darul Aman, Pelantai, Repan dan Desa Sungai Tohor,” katanya.

Program HID Pamsimas diberikan kepada desa yang dianggap berhasil dalam pengelolaan program Pamsimas sebelumnya, di antaranya berhasil menyelesaikan masalah yang timbul dengan baik serta bisa memelihara sarana Pamsimas.

“Kriteria penilaian pemberian HID yaitu keberfungsian sistem dan penerapan tarif kepada pelanggan. Selain itu HID juga ditujukan untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, yaitu pengembangan cakupan wilayah pelayanan di desa tersebut,” kata Al Faruq.

Pamsimas, katanya menambahkan, merupakan salah satu program pemberdayaan yang berbasis masyarakat, sehingga masyarakat menjadi subjek yang merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan memanfaatkan sarana air minum dan sanitasi terbangun tersebut.

Ia menyontohkan keberhasilan salah satu desa yang berhasil mendapatkan kriteria tersebut sehingga memperoleh hibah insentif desa, yaitu Desa Pelantai di Kecamatan Merbau.

“Para pihak di desa tersebut telah melaksanakan komitmennya dengan baik, yaitu pemerintah desanya, KKM, Satlak, dan KP-SPAMS yang mengelola sarana Pamsimas, termasuk kontribusi masyarakat desa dalam menjaga serta mempertahankan sarana terbangun,” katanya.

Keberhasilan melaksanakan program Pamsimas tahun-tahun sebelumnya, menjadikan Desa Pelantai pada tahun 2020 ini memperoleh program bantuan HID untuk pembangunan SPAM II serta inovasi peningkatkan kualitas air besih dan pengembangan sarana.

Sementara itu Kepala Desa Pelantai, Khairi mengatakan bahwa keberadaan Pamsimas sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia, yaitu air bersih.

“Berkat program Pamsimas, warga desa kami tidak lagi kesulitan untuk memperoleh air bersih, bahkan di musim hujan sekalipun. Kini air bersih layak konsumsi telah mengalir setiap saat ke rumah masing-masing. Kemudahan memperoleh air bersih menjadi suatu kenikmatan yang luar biasa dirasakan warga,” kata Khairi.

Ia mengaku telah mengajak masyarakat untuk mendukung program Pamsimas dan mewujudkan akses universal di bidang air minum serta mampu mengubah perilaku masyarakat melalui pola hidup bersih. (pspam/yss)

Print Berita