Beberapa pengurus KKM yang mewakili desa penerima Pamsimas memperlihatkan salinan Perjanjian Kerja Sama (PKS) seusai penandatanganan dengan PPK Air Minum Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Sumatera Barat. Secara keseluruhan, sebanyak 242 Desa di Sumatera Barat memperoleh bantuan program Pamsimas.
Foto: Beberapa pengurus KKM yang mewakili desa penerima Pamsimas memperlihatkan salinan Perjanjian Kerja Sama (PKS) seusai penandatanganan dengan PPK Air Minum Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Sumatera Barat. Secara keseluruhan, sebanyak 242 Desa di Sumatera Barat memperoleh bantuan program Pamsimas.
Sebanyak 242 Desa di Sumatera Barat Dapatkan Bantuan Program Air Minum

Padang, Sumater Barat – Sejumlah 242 desa di Provinsi Sumatera Barat memperoleh bantuan program pembangunan infrastruktur air minum berupa program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program nasional tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah jiwa yang dapat mengakses air minum aman dan sanitasi layak bagi masyarakat perdesaan dan pinggiran kota.

Acara penyerahan bantuan dari Pemerintah Pusat itu didahului penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) mewakili desa penerima program Pamsimas dengan pengelola program Pamsimas Provinsi Sumatera Barat, dalam hal ini PPK Air Minum Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Sumatera Barat.

Penadatangan PKS ini merupakan yang kedua, dan dilaksanakan di Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah (Balai PPW) Provinsi Sumatera Barat, Kamis (02/07), yaitu berupa Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) untuk pembangunan sarana air minum dan sanitasi melalui sumber pembiayaan APBN, baik untuk desa baru (regular) dan desa pasca-Pamsimas, baik Hibah Insentif Desa (HID) maupun Hibah Khusus Pamsimas (HKP).

Pada tahap kedua ini, sebanyak 226 desa lokasi program Pamsimas menerima BLM dengan rincian 86 lokasi regular, 21 program HKP, dan 119 program HID, yang tersebar di 12 kabupaten dan tiga kota di Provinsi Sumbar.

Satu bulan sebelumnya, dilakukan juga penandatanganan PKS tahap pertama bagi 12 desa di Kabupaten Pesisir Selatan dan empat desa di Kabupaten Sijunjung. Total bantuan program air minum bagi 242 desa itu senilai kurang lebih Rp 45,9 miliar.

Acara penandatanganan PKS dilakukan pada era ‘new normal’ pandemi Covid-19, sehingga harus tetap mengedepankan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, dan hal itu juga sejalan dengan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Padang.

Penandatanganan PKS dilakukan secara langsung di ruang pertemuan Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah dengan melibatkan perwakilan dua kabupaten (Solok dan Padang Pariaman) dan Kota Padang, sementara 15 kabupaten dan dua kota disaksikan secara langsung oleh PPK Air Minum melalui Video Conference yang difasilitasi ROMS Pamsimas Kabupaten didampingi Tim Fasilitator Masyarakat.

Koordinator Pamasimas (PC) Provinsi Sumaterad Barat, Ir. Misdar Putra, MT pada kesempatan itu menjelaskan gambaran pelaksanaan PKS secara umum dan menjelaskan isi dokuman PKS dan syarat-syarat umum PKS.

Kepala Balai PPW Provinsi Sumatera Barat, Ir Syafriyanti, MM mengatakan, kedua pihak yang menandatangani PKS harus memahami isi perjanjian tentang maksud dan tujuan program Pamsimas. Ia juga mengingatkan agar dalam pelaksanaan program, semua pelaku Pamsimas mengedepankan protokol pencegahan Covid-19, baik kegiatan fisik maupun pelatihan dan promosi kesehatan.

Sedangkan PPK Air Minum Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Sumatera Barat, Prasetyo Budi Luhur, ST, mengharapkan agar seluruh pihak yang terlibat bisa memahami isi perjanjian, sehingga semua kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan Rencana Kerja Masyarakat (RKM).

Para KKM yang sudah menandatangani PKS terlihat gembira dengan terlaksananya penandatangan PKS dan berharap dana BLM segera masuk ke rekening KKM. Mereka berkomitmen melaksanakan kegiatan dengan mematuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai yang telah diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas pada Masa Pandemi Covid-19

Penandatanganan PKS di tingkat provinsi selain dihadiri Kepala Balai PPW Provinsi Sumatera Barat, juga dihadiri Widya Putri, ST selaku pemegang program teknis Pamsimas PPK Air Minum Provinsi Sumatera Barat, Ir Misdar Putra, MT selaku Koordinator Pamsimas (PC) Provinsi Sumatera Barat berserta jajaran tenaga ahli ROMS Pamsimas Sumatera Barat.

Sedangkan di tingkat kabupaten turut dihadiri oleh DPMU, Bappeda, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat serta ROMS Pamsimas Kabupaten dan Tim Fasilitator Masyarakat, Camat, Wali Nagari/Kepala Desa, Kepala Dusun/jorong, dan KKM. (pspam/yss)

Print Berita