Para pekerja sedang memasang jaringan pipa air minum program Pamsimas di salah satu desa di Kabupaten Tumenggung, Jawa Tengah, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai desa lokasi Pamsimas TA 2020. Pembangunan fisik program air bersih Pamsimas terus berlangsung dan tidak terganggu dengan pandemi Covid-19.  Attachments area
Foto: Para pekerja sedang memasang jaringan pipa air minum program Pamsimas di salah satu desa di Kabupaten Tumenggung, Jawa Tengah, yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai desa lokasi Pamsimas TA 2020. Pembangunan fisik program air bersih Pamsimas terus berlangsung dan tidak terganggu dengan pandemi Covid-19. Attachments area
Program Pamsimas di Temanggung Tidak Terganggu Pandemi Covid-19

Temanggung – Pembangunan sarana air minum melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah TA 2020 terus dikerjakan meski pada masa pandemi Covid-19. Saat ini pembangunan konstruksi terus dilakukan, bahkan di Desa Pitrosari pembangunan reservoirnya hampir rampung. 

Selama proses pembangunan fisik, seluruh pelaku kegiatan Pamsimas wajib menjalankan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu menggunakan masker, selalu cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, menjaga jarak aman, serta penyediaan hand sanitizer di lapangan. Fasilitator pendamping selalu mengingatkan agar para pihak mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Program Pamsimas TA 2020 di Kabupaten Temanggung dilaksanakan di 15 desa baru (regular), terdiri atas sembilan desa yang dibiayai APBN dan enam desa dibiayai APBD. Tahun 2020 ini, Kabupaten Temanggung juga mendapat bantuan untuk desa pasca-Pamsimas melalui Hibah Insentif Desa (HID) untuk 11 desa. Secara keseluruhan untuk program ini Kabupaten Temanggung mengalokasikan dana sharing APBD sebesar Rp 1,04 miliar.

Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk desa regular yang didanai APBD telah ditandatangani 10 Maret lalu, sedangkan untuk penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk desa regular yang dibiayai APBN ditandatangani 4 Juni 2020. Untuk penandatanganan PKS bagi desa penerima HID masih menunggu revisi DIPA tahun 2020.

Hingga pekan ketiga Juni 2020, kemajuan fisik pembangunan sarana air minum di lima desa, yaitu Desa Pitrosari, Dangkel, Kataan, Tawangsari, Pakurejo, dan Desa Mudal masih sesuai dengan waktu perencanaan, dan sama sekali tidak terganggu dengan adanya pandemi Covid-19. Rata-rata kemajuan fisik, pembangunan perpipaan dan reservoir sudah di atas 60 persen. Bahkan di Desa Pitrosari pembangunan reservoir hampir rampung.

Masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat KKM dan Satlak serta anggota masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Pamsimas, mereka terus bekerja untuk segera mewujudkan pelayanan air minum bagi warga desa.

“Kami telah bersepakat untuk menyelesaikan seluruh tahapan kegiatan Pamsimas sebelum memasuki musim panen tembakau yang diperkirakan jatuh bulan Juli sampai akhir September, agar tidak mengganggu aktivitas warga di mana sebagian besar warga masyarakat adalah petani tembakau,” kata Sukardi, Koordinator Satlak Desa Dangkel.

Ia menambahkan, warga Desa Dangkel sangat mendambakan air bersih Pamsimas yang menggunakan sumber air baku dari mata air sungai dengan sistem infiltrasi gallery, sehingga diyakini akan menghasilkan kualitas air bersih layak konsumsi dengan harga murah. (pspam/yss)


Print Berita