Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Aceh melaksanakan Acara Pelatihan Fasilitator Masyarakat Pamsimas di Banda Aceh secara virtual berbasis online. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 151 orang, selain memperoleh materi teknis pendampingan program Pamsimas, juga mendengarkan pengarahan  dari Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya.
Foto: Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Aceh melaksanakan Acara Pelatihan Fasilitator Masyarakat Pamsimas di Banda Aceh secara virtual berbasis online. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 151 orang, selain memperoleh materi teknis pendampingan program Pamsimas, juga mendengarkan pengarahan dari Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya.
Direktur Air Minum Beri Arahan Secara Virtual Pada Pelatihan FM Pamsimas Aceh

Banda Aceh – Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Ir Yudha Mediawan, M Dev Plg memberikan pengarahan melalui rekaman yang ditayangkan melalui video kepada peserta pelatihan Fasilitator Progam Pamsimas Provinsi Aceh yang dilaksanakan melalui Video Conference selama tiga hari (9-12 Juni 2020).  

Pelatihan diselenggarakan di Banda Aceh oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Aceh dalam dua gelombang dan dibuka langsung Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Aceh, Mohd Yoza Habibie.

Penyelenggaraan pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas tim fasilitator yang akan menjadi pendamping masyarakat di desa dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh, sehingga mampu melaksanakan tugas pendampingan kepada masyarakat.

Dalam pengarahannya, Direktur air Minum Yudha Mediawan menekankan pentingnya menjalankan protokol kesehatan sebagaimana telah diatur dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Pamsimas Dalam Masa Pandemi Covid-19. 

“Melalui pelatihan ini diharapkan ada persamaan pemahaman seluruh tenaga fasilitator Pamsimas di Provinsi Aceh terkait tugas dan tanggung jawab dalam melakukan pendampingan yang berkualitas kepada pengelola program di tingkat desa,” kata Direktur air Minum.

Sementara itu Mohd Yoza Habibie mengharapkan para tenaga fasilitator Pamsimas lebih terampil dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat desa sasaran, khususnya kepada Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) dan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) yang menjadi pelaku program Pamsimas di tingkat desa.

“Acara pelatihan fasilitator rencananya akan dilaksanakan melalui tatap muka langsung, namun karena masih dalam masa pandemi Covid-19, acara diganti metodenya secara virtual berbasis online,” katanya.

Pelatihan Fasilitator dipandu oleh tenaga ahli Pamsimas Provinsi Aceh dan kabupaten. Proses pelatihan sudah dimulai sejak para peserta mengunduh bahan-bahan pelatihan pada aplikasi CB Online dengan melakukan ‘login’.

Setelah bahan pelatihan diunduh, peserta wajib membaca dan mempelajari petunjuk teknis, bahan paparan serta video tutorial yang dilakukan secara mandiri. Pada waktu pertemuan virtual melalui video conference lebih banyak diprioritaskan untuk menanyakan dan mendiskusikan hal-hal terkait materi pelatihan yang belum dipahami.

Koordinator Pamsimas (PC) Provinsi Aceh, Wiendra Perdana, menjelaskan, pelatihan diikuti 151 peserta, terdiri atas 19 orang fasilitator senior (FS), 42 orang fasilitator bidang teknis SPAMS (FM WSS), dan 90 orang fasilitator bidang pemberdayaan masyarakat (FM CD).

Para tenaga fasilitator ini nantinya akan disebar untuk mendampingi masyarakat desa sasaran di 17 kabupaten lokasi Pamsimas di seluruh wilayah Provinsi Aceh.

Proses pembelajaran dan diskusi berjalan cukup dinamis. Peserta semangat mengikuti pelatihan dengan mendapatkan materi strategi percepatan target desa reguler 2020. (pspam/yss)

Print Berita