Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR  Mochamad Basoeki Hadimoeljono ketika meninjau salah satu program padat karya tunai Kementerian PUPR untuk pembangunan irigasi dan jaringan air minum di desa di Indonesia. Program tersebut digulirkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendukung upaya menekan pengangguran di masa pandemi covid-19.
Foto: Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono ketika meninjau salah satu program padat karya tunai Kementerian PUPR untuk pembangunan irigasi dan jaringan air minum di desa di Indonesia. Program tersebut digulirkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendukung upaya menekan pengangguran di masa pandemi covid-19.
Penerima Manfaat Program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR Capai 613.513 Jiwa

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat penyaluran program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) guna mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian perekonomian pada masa Pandemi Covid-19.

Selain mengalokasikan anggaran program PKT rutin tahun 2020 sebesar Rp 11,44 triliun dengan target penerima manfaat sebanyak 613.513 orang, Kementerian PUPR juga melakukan perubahan skema pada program atau kegiatan infrastruktur yang semula bersifat reguler menjadi dilaksanakan dengan pola Padat Karya dengan alokasi anggaran Rp 654,4 miliar, dengan target penerima manfaat sebanyak 80.888 orang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam penjelasannya di Jakarta, Kamis (25/6/2020), mengatakan, program PKT dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Tujuan utama Padat Karya Tunai untuk mempertahankan daya beli masyarakat di perdesaan atau mendistribusikan dana pembangunan ke desa-desa.

Tercatat hingga pertengahan Juni 2020, seluruh program PKT Kementerian PUPR, baik yang rutin maupun program reguler dengan pola padat karya telah menyerap tenaga kerja sebanyak 144.163 orang dengan total anggaran yang telah disalurkan sebesar Rp 2,16 triliun atau sebesar 17,9 persen dari total alokasi sebesar Rp 12,01 triliun.

“Selain untuk menpercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat di masa pandemi covid-19, PK Tunai juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa dan pelosok desa. Pola pelaksanaan PKT tetap wajib memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Basuki.

Sementara itu, diungkapkan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Lukman Hakim, direncanakan program PKT di Direktorat Jenderal Cipta Karya akan terdapat tambahan alokasi anggaran sebesar Rp 10,6 miliar dengan penambahan target penerima manfaat sebanyak 350 orang.

Program Bidang Cipta Karya sendiri menyebar di sebanyak 274 lokasi, meliputi kegiatan pengembangan kawasan permukiman, pembangunan dan rehabilitasi prasarana pendidikan, pengembangan sarana prasarana olahraga, dan pasar, pembinaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), penataan bangunan dan lingkungan. Salah satu contohnya adalah rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah.

Untuk bidang perumahan melalui kegiatan peningkatan kualitas prasarana dan sarana umum (PSU) di komplek perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk 303 penerima manfaat yang tersebar di 69 lokasi. (pspam/yss)

Print Berita