Menteri PUPR Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, pekan lalu, yang menjelaskan mengenai rencana anggaran Kementerian PUPR tahun 2020. Porsi anggaran untuk pembangunan SPAM mencapai Rp 5,66 triliun.
Foto: Menteri PUPR Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, pekan lalu, yang menjelaskan mengenai rencana anggaran Kementerian PUPR tahun 2020. Porsi anggaran untuk pembangunan SPAM mencapai Rp 5,66 triliun.
Ditjen Cipta Karya Anggarkan Rp 5,66 Triliun Untuk Pembangunan SPAM

Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementerian PUPR, menganggarkan Rp 5,66 triliun untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada tahun anggaran 2021. Anggaran itu merupakan sebagian dari anggaran yang diperoleh Ditjen Cipta Karya sebesar Rp 22,33 triliun untuk membiayai program prioritas tahun 2021.

Hal itu dikemukakan Menteri PUPR Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (24/6/2020). Menurut Basuki, porsi terbesar anggaran di bidang Cipta Karya diperuntukkan bagi pembangunan SPAM senilai Rp 5,66 triliun.

Sedangkan secara keseluruhan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan alokasi Pagu Indikatif Tahun 2021 sebesar Rp 115,58 triliun.

Beberapa pembangunan SPAM itu di antaranya penambahan total kapasitas sebesar 2.012 liter per detik yang mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) SPAM IbKK Garot Kabupaten Pidie, IPA SPAM Ibu Kota Kecamatan (IKK) Binjai Hulu, Kabupaten Sintang, dan SPAM Regional Kamijoro untuk pelayanan Yogyakarta International Airport (YIA).

Kemudian, peningkatan SPAM menjadi 1.300 liter per detik untuk SPAM IKK Sungai Bengkal, Kabupate Bone Balango, Gorontalo dan SPAM IKK Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Lalu, perluasan jaringan sebanyak 58.756 ambungan rumah (SR) untuk IKK Melonguane di Kepulauan Talaud, IKK Kota Tambolaka di Kabupaten Sumba Barat Daya, dam JDU SPAM Regional Durolis Provinsi Riau.

Kemudian program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) melalui penambahan 400.000 SR di 2.500 desa. (pspam/yss)

Print Berita