Salah satu bangunan Menara Air program penyediaan air minum perdesaan Pamsimas di sebuah desa di Indonesia. Untuk tahun anggaran 2020, Kabupaten Bangli dipastikan memperoleh program Pamsimas untuk lima desa.
Foto: Salah satu bangunan Menara Air program penyediaan air minum perdesaan Pamsimas di sebuah desa di Indonesia. Untuk tahun anggaran 2020, Kabupaten Bangli dipastikan memperoleh program Pamsimas untuk lima desa.
Lima Desa di Kabupaten Bangli Peroleh Program Pamsimas TA 2020

Bangli – Sejumlah lima desa di wilayah Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, memperoleh program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) TA 2020, dan diharapkan mampu mengatasi masalah ketersediaan air bersih masyarakat perdesaan.

Program Pamsimas merupakan program nasional dalam penyediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat perdesaan, dan untuk taun anggaran 2020, lima desa di Kecamatan Kintamani telah ditetapkan sebagai desa lokasi Pamsimas, yakni Desa Songan B, Gunung Bau, Pinggan, Bonyoh, dan Desa Satra.

“Program Pamsimas lima desa tersebut telah ditetapkan berdasarkan usulan kami pada tahun 2019 lalu,” kata Kabid Aparatur Esosbud dan Infrastruktur Bappeda dan Penanaman Modal Bangli, Dewa Gede Wirawan, akhir Mei lalu.

Menurutnya, realisasi fisik program Pamsimas akan segera dilaksanakan tahun ini juga, dengan rincian program Pamsimas yang bersumber dari APBN dan APBD anggaran per desanya sebesar Rp 245 juta per desa.

Nilai investasi masing-masing kegiatan program tersebut, katanya, mencapai Rp 350 juta, dan kekurangannya akan ditutup melalui dana sharing pendanaan dari APBDes sebesar 10 persen serta dana dari masyarakat sebesar empat persen.

“Kegiatan Pamsimas membutuhkan dukungan dan keterlibatan langsung dari masyarakat, termasuk kontribusi anggaran melalui APBDes,” kata Dewa Wirawan. Dari lima desa yang telah ditetapkan sebagai desa lokasi Pamsimas, hanya satu desa yang menggunakan anggaran APBD, yakni Desa Gunung Bau.

Ia memperkirakan anggaran Pamsimas akan turun bulan Juni ini melalui rekening kelompok keswadayaan masyarakat (KKM), dan setelah cair, akan langsung dilakukan persiapan dan pelaksanaan kegiatannya.

Menurutnya, untuk mendapatkan program Pamsimas harus dilakukan melalui pengajuan proposal kepada Pemerintah Pusat, dengan menyebutkan potensi ketersediaan sumber air, data pemanfaat, dan nilai investasi yang diusulkan desa.

“Sedangkan untuk perencanaan tahun 2021 mendatang, kami telah mengajukan proposal program Pamsimas untuk beberapa desa di Kecamatan Kintamani meliputi Desa Songan A, Abang Songan, Suter, Abuan, Manikliyu Mengani, dan Desa Kedisan,” katanya.


Print Berita