Pengelola Pamsimas Kabupaten Waropen dan KKM di Desa Wapoga sedang mempraktikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air yang mengalir kepada salah satu pelajar asal desa tersebut. Kegiatan dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan pandemic Covid-19.
Foto: Pengelola Pamsimas Kabupaten Waropen dan KKM di Desa Wapoga sedang mempraktikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air yang mengalir kepada salah satu pelajar asal desa tersebut. Kegiatan dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan pandemic Covid-19.
Kegiatan Promosi Kesehatan Pencegahan Covid -19 di Waropen

Waropen, Papua – Menyikapi kondisi pandemi Covid-19, tenaga pendamping Pamsimas Kabupaten Waropen bersama Fasilitator Masyarakat dan Fasilitator Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Faskab STBM) melakukan kegiatan promosi kesehatan atau Promkes di Desa Kamarsano dan Wapoga di Kecamatan Wapoga. Dua desa itu merupakan desa sasaran Pamsimas tahun 2019.

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) merupakan program pemerintah untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi di perdesaan dan pinggiran kota.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, program Pamsimas sangat sesuai dan mendukung program pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu pembangunan sarana air minum dan sanitasi di sekolah, serta sarana cuci tangan di tempat umum.

Satu tujuan penting lainnya dari program Pamsimas adalah membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air yang mengalir.

Kegiatan promosi kesehatan di Desa Wapoga dilakukan Selasa (19/05) dengan peserta sebanyak 42 orang, sedangkan di Desa Kamarsano diikuti peserta sebanyak 28 orang dan dilaksanakan Rabu (20/05).

Kegiatan promosi kesehatan meliputi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) untuk orang dewasa dan anak-anak. Meski kegiatan sekolah diliburkan oleh pemerintah kabupaten, namun kegiatan kampanye CTPS untuk anak sekolah tetap berjalan.

Fasilitator Pamsimas bersama Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) yang merupakan pelaksana program Pamsimas, melakukan koordinasi dengan pihak sekolah agar siswa sekolah bisa dikumpulkan dengan jumlah terbatas sesuai protokol kesehatan. Siswa-siswi tersebut didampingi guru mengikuti kegiatan kampanye dan simulasi CTPS program Pamsimas.

Sebelum Fasilitator Pamsimas dan Faskab STBM memfasilitasi pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan, hal pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan tempat kegiatan agar aman bagi peserta, yaitu dengan menyemprot ruangan dan sarana/prasarana dengan cairan disinfektan.

Pengelola Pamsimas dan KKM juga menyiapkan sarana cuci tangan (SCT) di depan pintu masuk ruangan. Setiap peserta yang akan masuk ruangan diwajibkan mencuci tangan dan mengenakan masker selama kegiatan berlangsung. Antar-peserta juga dilakukan physical distancing atau jaga jarak fisik satu hingga dua meter.

Strategi pelaksanaan kegiatan dengan perapan protokol pencegahan Covid-19 ini diterapkan agar kegiatan bisa berjalan optimal dan peserta kegiatan tetap terlindungi dari kemungkinan penularan virus corona. (pspam/yss)

Print Berita