Para pengurus Asosiasi SPAMS Perdesaan di Kabupaten Pekalongan dan Pemalang berfoto bersama sebelum melakukan aksi pembagian masker medis dan kelengkapan APD untuk mendukung tenaga medis di kedua kabupaten itu dalam upaya penanganan Covid-19.
Foto: Para pengurus Asosiasi SPAMS Perdesaan di Kabupaten Pekalongan dan Pemalang berfoto bersama sebelum melakukan aksi pembagian masker medis dan kelengkapan APD untuk mendukung tenaga medis di kedua kabupaten itu dalam upaya penanganan Covid-19.
Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Kab Pekalongan Peduli COVID-19

Pekalongan, Jawa Tengah – Asosiasi Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) Kabupaten Pekalongan menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan 1.250 masker medis dan 100 baju hazmat APD yang dibagikan kepada tenaga medis dan paramedis sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid -19 di daerah itu.

Pandemi Virus Corona Disease (Coid-19) yang mewabah di Indonesia saat ini telah mengundang kepedulian banyak pihak mendukung pencegahan dan penanganannya.

Sumbangan berupa Alat Pelindung Diri (APD) diserahkan oleh perwakilan Pengurus Asosiasi kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pekalongan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kamis (14/05). Bantuan tersebut diterima oleh Sekda Kabupaten Pekalongan Dra Hj Mukaromah Syakoer, MM.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan yang proaktif ikut ambil bagian dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Pekalongan. Hj Mukaromah berjanji akan mendistribusikan masker medis dan baju hazmat bantuan kepada tenaga medis dan paramedis yang membutuhkan.

 

Ketua Asosiasi Pengelola SPAMS Pedesaan Kabupaten Pekalongan, Rokhali, seusai penyerahan menjelaskan rasa bahagianya karena bisa ambil bagian dalam pencegahan wabah virus corona tersebut. Asosiasi Pengelola SPAMS sebagai wadah untuk pemenuhan akses air bersih dan sanitasi memiliki kewajiban moral untuk mengupayakan agar masyarakat tetap sehat dan jauh dari penyakit.

Ia menambahkan bahwa Asosiasi SPAMS Perdesaan Tingkat Kabupaten merupakan wadah berhimpun dan pembelajaran bersama bagi Kelompok Pengelola SPAMS (KP-SPAMS) tingkat desa.

“KP-SPAMS dibentuk oleh masyarakat desa untuk mengelola sarana air minum dan sanitasi dari hasil program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas,” katanya.

Asosiasi sebagai kelembagaan masyarakat diharapkan mampu memerankan diri sebagai media peningkatan kemampuan dalam tata kelola SPAMS perdesaan, misalnya di bidang administrasi, keuangan, SDM, hingga hal-hal yang bersifat teknis dalam sistem pengelolaan air minum dan penyehatan lingkungan.

Saat ini kepengurusan Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Tingkat Kabupaten tersebar di 372 kabupaten di seluruh Indonesia, didukung kepengurusan di 26 provinsi dan pengurus pusat, serta Sekretariat Nasional DPP Asosiasi di Jakarta.

“Bukan hanya kami yang di Pekalongan, namun Asosiasi SPAMS Perdesaan Kabupaten Pemalang juga membagikan masker kepada masyarakat dan para pengendara motor dan mobil serta angkutan umum, sejak April lalu,” katanya.

Bahkan kegiatan serupa dilakukan oleh Asosiasi SPAMS Perdesaan di beberapa wilayah di seluruh Indonesia, termasuk oleh para pendamping program Pamsimas.

Bukan hanya membagikan masker dan APD, namun pengelola Pamsimas di seluruh Indonesia ikut aktif membangun sarana cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir di setiap desa, serta memberikan penerangan kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup bersih dan cuci tangan pakai sabun. (pspam/yss)


Print Berita