Salah satu program pembangunan SPAM Regional Bandung Raya yang dibangun Pemerintah Indonesia melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dibutuhkan sebanyak 76 SPAM Regional di seluruh Indonesia.
Foto: Salah satu program pembangunan SPAM Regional Bandung Raya yang dibangun Pemerintah Indonesia melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dibutuhkan sebanyak 76 SPAM Regional di seluruh Indonesia.
Indonesia Butuh Bangun 76 SPAM Regional di 30 Provinsi

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Ditjen Cipta Karya, mengidentifikasi adanya kebutuhan untuk pembangunan 76 SPAM Regional di 30 provinsi.

Menurut Kasubdit Wilayah II Direktorat Pengembangan SPAM, Tanozisochi Lase, dalam Konsultasi Publik virtual di Jakarta, Kamis (28/5/2020), berdasarkan identifkasi hingga tahun 2019, SPAM regional yang sudah masuk dalam tahap operasi sebanyak 11 SPAM regional.

Dari 11 SPAM regional yang telah beroperasi tersebut, lebih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa, kemudian di Bali, Riau, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah. “Di antaranya adalah SPAM Regional Metro Bandung, SPAM Regional Pekan Kampar Riau, dan SPAM Regional Penet, Bali,” katanya.

Saat ini Kementerian PUPR sedang mendorong pembangunan proyek SPAM Regional IR. H Djuanda (Jatiluhur II) yang diharapkan mampu menyuplai kebutuhan air baku sebanyak 10 ribu liter per detik.

"Berdasarkan dokumen prastudi kelayakan SPAM Regional IR. H Djuanda, proyek SPAM tersebut dari kapasitas air baku sebanyak 10 ribu liter per detik akan mampu menyuplai total kebutuhan air minum sebesar 9.350 liter per detik," kata Tanozisochi Lase.

SPAM regional Ir. H. Djuanda tersebut rencananya akan melayani tiga kecamatan di Jakarta Selatan dan tiga kecamatan di Jakarta Timur dengan alokasi 3.500 liter per detik. Kemudian tiga kecamatan di Kota Bekasi dengan alokasi 1.000 liter per detik, serta lima kecamatan di Kabupaten Bekasi dengan alokasi air minum 2.000 liter per detik.

Selain itu tiga kecamatan di Kabupaten Karawang dengan alokasi 850 liter per detik, dan dua kecamatan di Kabupaten Bogor dengan alokasi 2.000 liter per detik.

SPAM Regional Ir. H. Djuanda mengusung konsep Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan lingkup investasi fisik end-to-end, kontrak berbasis kinerja untuk lingkup jaringan perpipaan dan pelayanan pelanggan. SPAM Regional Ir. H. Djuanda diperkirakan akan melayani 2,8 juta jiwa. (pspam/yss)


Print Berita