Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga meninjau Pameran “Indonesia Water & Wastewater Expo & Forum (IWWEF) ke-8 di Jakarta, Rabu (18/9/2019).
Foto: Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga meninjau Pameran “Indonesia Water & Wastewater Expo & Forum (IWWEF) ke-8 di Jakarta, Rabu (18/9/2019).
Kementerian PUPR Targetkan Program 10 Juta Sambungan Rumah Hingga 2024

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jaringan 10 juta sambungan rumah  (SR) di seluruh Indonesia pada periode tahun 2020-2024, dan membutuhkan dana sekitar Rp 92,3 triliun.

Hal itu dikemukakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Direktur Jenderal Cipta Karya, Danis H. Sumadilaga pada acara Indonesia Water & Wastewater Expo & Forum (IWWEF) ke-8 di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

“Pada periode 2020-2024, ditargetkan pembiayaan 10 juta SR, dengan tambahan kapasitas sebesar 85.000 liter/detik,” kata Menteri PUPR.

Ia menambahkan bahwa Kementerian PUPR akan menambah kapasitas air minum sebanyak 45.250 liter/detik melalui program Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru, kemudian program Optimalisasi SPAM Eksisting sebesar 21.350 liter/detik, dan Program Penurunan Kebocoran sebesar 18.400 liter/detik.

Menurut Menteri, melalui skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), diharapkan penambahan layanan air minum bisa terlaksana lebih cepat, dan masyarakat tetap membayar biaya pengolahan air menjadi air layak minum dengan tarif yang terjangkau, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga menambahkan bahwa Pemerintah terus berupaya meningkatkan kemudahan bagi badan usaha untuk dapat terlibat dalam pengembangan SPAM.

“Untuk mendorong pelayanan SPAM dengan skema KPBU, terus dilakukan evaluasi proses dan regulasi untuk lebih memudahkan pelaksanaan skema KPBU,” katanya.

Hingga September 2019, berdasarkan data Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), sebanyak enam SPAM yang dibiayai melalui skema KPBU sudah dalam tahap konstruksi, yakni SPAM Jatisari Kota Bekasi, Umbulan, Kota Bandar Lampung, Semarang Barat, Dumai, dan Kali Angke Tangsel.

Untuk SPAM Jatisari Kota Bekasi, saat ini proses konstruksinya telah selesai 100 persen, tinggal menunggu pengumuman waktu operasi. SPAM berkapasitas 200 liter/detik tersebut dibangun dengan biaya investasi sekitar Rp 600 miliar dan akan melayani 100 ribu penduduk.

Kemudian SPAM Umbulan dengan kapasitas 4.000 liter/detik yang akan melayani 1,3 juta penduduk di Provinsi Jawa Timur. SPAM Umbulan dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp 2 triliun dan saat ini progres konstruksinya sudah mencapai 83,5 persen.

Pembangunan SPAM dengan skema KPBU lainnya yang saat ini progresnya sudah signifikan adalah SPAM Bandar Lampung dengan kapasitas 750 liter/detik yang akan melayani 300 ribu penduduk di Kota Bandar Lampung. Progres konstruksinya saat ini sebesar 59,08 persen, dengan nilai investasi sebesar Rp 1,26 triliun.

Untuk SPAM Semarang Barat yang dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp 1,2 triliun, dengan kapasitas 1.000 liter/detik. SPAM Semarang Barat akan melayani 420 ribu penduduk, dan saat ini progres konstruksinya sedang dalam pembangunan pondasi.

“Sedangkan SPAM Dumai dan SPAM Kali Angke Tangsel dengan kapasitas masing-masing 450 liter/detik dan 200 liter/detik, saat ini dalam tahap proses pemenuhan persyaratan pendahuluan untuk konstruksi,” katanya. (pspam/ck/yss)


Print Berita