Direktur Pengembangan SPAM, Ir. Yudha Mediawan, M.Dev.Plg membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pelaksanaan SPAM IKK Hongaria Tahun 2019 Di Jakarta, Rabu (25/9/2019). Ia didampingi Kepala Subdit Wilayah II, Ir.  Tanozisochi Lase, M.Sc. Rakor dihadiri antara lain para direksi PDAM dari seluruh Indonesia yang mengelola SPAM IKK Hongaria.
Foto: Direktur Pengembangan SPAM, Ir. Yudha Mediawan, M.Dev.Plg membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pelaksanaan SPAM IKK Hongaria Tahun 2019 Di Jakarta, Rabu (25/9/2019). Ia didampingi Kepala Subdit Wilayah II, Ir. Tanozisochi Lase, M.Sc. Rakor dihadiri antara lain para direksi PDAM dari seluruh Indonesia yang mengelola SPAM IKK Hongaria.
Direktur Pengembangan SPAM Buka Rakor Pelaksanaan SPAM IKK Hongaria Tahun 2019

Jakarta - Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Ditjen CIpta Karya, Kementerian PUPR, Ir. Yudha Mediawan, M.Dev.Plg membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pelaksanaan SPAM IKK Hongaria Tahun 2019 Di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Hadir pada acara itu Kepala Subdit Wilayah II Direktorat Pengembangan SPAM, Ir. Tanozisochi Lase, M.Sc, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah di lingkungan Ditjen Cipta Karya, beberapa direksi PDAM dan Perumda yang mengelola hasil pembangunan SPAM IKK Hongaria, Ketua PMU SPAM IKK Hongaria, Satker Pengembangan SPAM Strategis, Project Leader Budapest Waterworks, dan staf Direktorat Pengembangan SPAM.

Pada kesempatan itu, Direktur Pengembangan SPAM mengharapkan agar pelaksanaan pembangunan SPAM Ibu Kota Kecamatan (IKK) bukan hanya menambah jumlah sambungan rumah dan meningkatkan akses air minum aman dan layak di Indonesia, namun juga harus ada nilai tambah yang diperoleh Indonesia, salah satunya adalah adanya transfer teknologi dalam pengelolaan SPAM.

Pembangunan SPAM IKK dilaksanakan di 36 lokasi di 12 provinsi di Indonesia, yang didanai melalui pinjaman dari Negara Hongaria sebesar 36,4 juta dolar AS.

“Karena dibiayai oleh dana pinjaman luar negeri, maka sistem operasional dan hasil SPAM yang dibangun harus bagus. Harus ada alih-teknologi juga, bahkan bisa dijadikan sebagai pilot project, sistemnya bisa dikloning, sehingga bisa diterapkan dan dibangun SPAM yang sama di lokasi lain,” katanya.

Bahkan di zaman revolusi industry 4.0 saat ini, semua program dan hasil pembangunan harus menerapkan teknologi mutakhir yang dapat memudahkan manusia untuk bekerja dan dalam pemanfaatan, pengelolaan dan pemeliharaan SPAM IKK yang terbangun itu harus berdasarkan atas data real time.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia sangat serius dalam meningkatkan akses air minum aman dan layak bagi rakyatnya, yang saat ini ada di angka 74 persen. Ia mengharapkan di tahun 2020, capaian akses air minum aman dan layak  di Indonesia bisa mencapai 80 persen lebih.

“Kinerja SPAM IKK juga haruslah memenuhi prinsip 4K, yaitu memenuhi persyaratan kualitas air minum, kuantitas yang mencukupi, kontinuitas selama 24 jam, serta prinsip keterjangkauan dalam pelayanan kepada masyarakat maupun untuk pemulihan biaya operasi dan pemeliharaan,” kata Yudha Mediawan.

Sementara itu Tanozisochi Lase selaku ketua panitia menjelaskan bahwa lingkup pembangunan SPAM IKK Hongaria terdiri atas pekerjaan unit air baku/intake, pengadaan dan pemasangan jaringan pipa transmisi air, pekerjaan unit produksi/IPA kapasitas 20 l/dt dan 40 l/dt lengkap dengan reservoir kapasitas 300 & 600 m3.

Termasuk bangunan penunjang dan instrumen pengendali operasi melalui aplikasi system informasi atau SCADA (supervisory control and data acquisition), jaringan pipa distribusi utama, jaringan distribusi layanan dan stimulan Sambungan Rumah (SR).

“Adapun tambahan kegiatan dalam rangka optimalisasi paket pekerjaan IKK Water Supply Program and Small Water Treatment Plant for Scarcity Areas meliputi pengadaan peralatan kalibrasi, termasuk pH & Turbidity, flow meter dan spare parts peunematic, pilot project solar cell atau suplesi tenaga listrik dari energi surya untuk lima SPAM IKK yang penggunaan energi listriknya besar, serta IKK monitoring software,” katanya.

Dikemukakan juga bahwa untuk optimalisasi jaringan distribusi mencakup pengembangan jaringan distribui utama dan tambahan sambungan rumah, sehingga initial system sudah dapat mengcover kebutuhan untuk cost recovery (pemulihan biaya operasi pemeliharaan).

Dalam laporannya, Tanozisochi Lase juga menjelaskan bahwa hingga saat ini, dari 36 lokasi SPAM IKK Hongaria, 34 lokasi sudah selesai konstruksi, dua lokasi lain kemajuannya sudah 50 persen, sedangkan 19 lokasi sudah dioperasionalkan. (pspam/yss)

 


Print Berita