Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tampak melalui foto udara. Selain digunakan sebagai sarana irigasi dan sumber bahan baku bagi SPAM Regional Jatigede, Waduk itu juga akan dimanfaatkan oleh PLN menjadi sumber air PLTA berkapasitas 2 x 55 MW.
Foto: Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tampak melalui foto udara. Selain digunakan sebagai sarana irigasi dan sumber bahan baku bagi SPAM Regional Jatigede, Waduk itu juga akan dimanfaatkan oleh PLN menjadi sumber air PLTA berkapasitas 2 x 55 MW.
Pemprov Jabar Usul Jadi Pelaksana Penanggung Jawab Pembangunan SPAM Jatigede

Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) saat ini tengah mengajukan permintaan kepada Pemerintah Pusat agar Pelaksana Penanggung Jawab Kegiatan (PJKP) untuk Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jabar, diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat.

“Saat ini sedang dalam menentukan PJKP, dan itu bisa di Pemerintah Pusat oleh Menteri PUPR, atau di Pemerintah Provinsi Jabar oleh Gubernur Jawa Barat,” kata Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dicky Saromi di Bandung, awal September lalu.

Ia mengatakan bahwa permintaan dan usulan tersebut sudah disampaikan. Menurutnya, posisi PJPK SPAM Regional Jatigede sangat strategis apabila dipegang oleh Gubernur Jabar, , karena akan memiliki rentang kendali lebih luas dalam menangani proyek itu. Pemerintah Jabar pun bisa memberikan pilihan-pilihan lebih kaya untuk pemanfaatan proyek itu ke depan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, katanya, bisa menempatkan PT Tirta Gemah Ripah, yaitu BUMD milik Pemprov Jabar, mengambil peran strategis dalam pengelolaan SPAM Jatigede. “Tirta Gemah Ripah akan menjadi BUMD yang prospektif nantinya, karena air adalah barang yang sangat strategis ke depannya,” kata dia.

Dicky menjelaskan bahwa SPAM Regional Jatigede merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) wilayah di Jawa Barat. Proyek strategis tersebut akan dilaksanakan di tahun 2019 ini, dengan perkiraan selesai pada tahun 2023.

Ia menambahkan bahwa pengembangan SPAM Regional Jatigede disiapkan melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha). Investasinya kurang lebih Rp 2 triliun.

Konstruksi SPAM Jatigede dibagi dalam beberapa bagian, yakni konstruksi intake untuk pengambilan air baku dari Waduk Jatigede, lalu fasilitas pengolahan air baku, terakhir jaringan distribusinya. “Pengolahan air baku ini yang akan di dikerjasamakan melalui skema KPBU. Kurang lebih nilai investasinya Rp 500 miliar,” katanya.

Selain akan dimanfaatkan untuk sumber air bagi SPAM Regonal Jatigede, waduk Jatigede juga dimanfaatkan untuk menjadi pemasok air bagi saluran irigasi rentang untuk areal pertanian padi di Majalengka dan Cirebon, luasnya mencapai 89 ribu hektare. Waduk Jatigede juga disiapkan untuk memasok air baku hingga pembangkit listrik. (pspam/yss)

 

 


Print Berita