Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani bersama para narasumber dan peserta Pelatihan Penguatan Aparatur Pemerintah Tingkat Kecamatan dan Desa berfoto bersama seusai acara pembukaan yang dilaksanakan di Banjarmasin, akhir Agustus 2019 lalu.
Foto: Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani bersama para narasumber dan peserta Pelatihan Penguatan Aparatur Pemerintah Tingkat Kecamatan dan Desa berfoto bersama seusai acara pembukaan yang dilaksanakan di Banjarmasin, akhir Agustus 2019 lalu.
Dana Desa Dapat Dialokasikan Untuk Pembangunan Sarana Air Minum dan Sanitasi Desa

Barito Kuala – Potensi dan sumber dana desa yang cukup besar sebaiknya tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur jalan-jalan desa saja, tetapi juga untuk pembangunan sarana air minum dan sanitasi yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Jangan ragu-ragu untuk menganggarkan dalam APBDes alokasi anggaran untuk pembangunan ataupun pengembangan SPAM perdesaan seperti halnya program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Pamsimas,” kata Bupati Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Hj Noormiliyani.

Pernyataan bupati itu dikemukakan ketika memberikan pengarahan pada pembukaan Pelatihan Penguatan Aparatur Pemerintah Tingkat Kecamatan dan Desa di Banjarmasin, 28-31 Agustus 2019 yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemkab Barito Kuala. Pelatihan diikuti oleh aparat kecamatan dan desa yang menjadi lokasi program Pamsimas.

Bupati Barito Kuala meminta agar para kepala desa mengajak seluruh komponen masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, termasuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam pertemuan Musrenbangdes.

“Mengajak partisipasi masyarakat adalah strategi desa-desa yang berhasil dan fokus pada potensi SDM dan SDA desa,” kata Hj Noormiliyani.

Hadir pada acara itu antara lain Kepala Bappelitbangda, Kepala DPMD, Kabid Cipta Karya, dan sejumlah pejabat Pemda Barito Kuala serta Koordinator Pamsimas Kabupaten Barito Kuala dan fasilitator pendamping, serta tenaga pendamping pengembangan masyarakat tingkat provinsi.

Pada saat memberikan pengarahan, Bupati Barito Kuala menyontohkan terobosan dan inovasi yang dilakukan di Desa Jejangkit Timur, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, yang merupakan lokasi program Pamsimas tahun 2009.

“Desa Jejangkit Timur berani melakukan terobosan dengan mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp 500 juta untuk pengembangan SPAM perdesaan, dengan mengadakan satu unit IPA Gambutdan jaringan perpipaan untuk distribusi dan sambungan rumah yang dimulai pada tahun 2015,” katanya.

Ia juga mendukung penuh terhadap kebijakan dan target Pemerintah Pusat untuk secepatnya mewujudkan pelayanan 100 persen akses aman air minum dan sanitasi layak bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kepada peserta pelatihan, Bupati Barito Kuala berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk proses pengintegrasian PJM Pro-Aksi ke dalam RPJMDes dan RKPDes. Hal tersebut penting dilakukan mengingat air minum dan sanitasi merupakan kebutuhan dasar manusia.

“Saya juga meminta para Camat se-Kabupaten Barito Kuala agar tidak lupa utuk memberikan pembinaan kepada seluruh kepala desa dan pemerintah desa dalam pembangunan dan pengelolaan air minum dan sanitasi perdesaan yang dangat dibutuhkan warga desa,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Barito Kuala Drs Dahlan mengataan bahwa pembangunan sarana air bersih berskala desa dan sanitasi merupakan pelayanan sosial dasar yang menjadi kewenangan pemerintah desa, dan merupakan prioritas penggunaan dana desa. (pspam/yss)

 


Print Berita