Gubernur DIY Sultan Hamengu Buwono IX menerima Nota Kesepahaman mengenai Penyiapan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pembangunan SPAM Regional Kamijoro di Yogyakarta, Rabu (21/08).
Foto: Gubernur DIY Sultan Hamengu Buwono IX menerima Nota Kesepahaman mengenai Penyiapan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pembangunan SPAM Regional Kamijoro di Yogyakarta, Rabu (21/08).
SPAM Regional Kamijoro Akan Ditawarkan ke Investor Dengan Skema KPBU

Yogyakarta –  Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pemkab Kulonprogo dan Pemkab Bantul sepakat untuk melaksanakan percepatan pembangunan dan penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kamijoro. Ketiga pemerintah daerah itu juga berkomitmen untuk mensinergikan Penyelenggaraan SPAM Regional Kamijoro.

Kesepakatan tersebut dilakukan untuk mewujudkan sinergi dalam Penyelenggaraan SPAM Regional Kamijoro, dan rencana pembangunan infrastruktur strategis SPAM regional tersebut segera ditawarkan kepada investor melalui sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Berdasarkan Nota Kesepahaman ketiga pemerintah daerah yang ditandatangani di Yogyakarta pada Rabu (21/8/2019) tersebut, rencananya proyek tersebut ditawarkan ke pihak investor tahun 2020.

Disepakati pula komitmen untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas dalam penyediaan pelayanan air minum hingga upaya meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat.

“SPAM Kamijoro ini diharapkan dapat memberikan fasilitas air untuk masyarakat di Kabupaten Bantul, Kulonprogo serta Bandara Internasional Adisutjipto," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menurut Sultan, tahun 2025 DIY harus menyediakan suplai air 25.000 hingga 27.000 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang diperkirakan mencapai empat juta jiwa. Kebutuhan air bersih, katanya, merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Sultan meyakini, dengan ketersediaan air bersih bagi masyarakat bisa menaikan taraf ekonomi.

"Oleh karena itu harus ada koordinasi dan sinkronisasi kebijakan serta sinergitas dalam pengembangan proyek SPAM Kamijoro ini," katanya.

Investasi Sumber Daya Air merupakan investasi yang tidak murah, dan ia mengimbau pada Pemkab dan Pemkot untuk bisa melakukan pengelolaan air dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya Kamijoro, Sultan juga mendorong pengadaan dan pengelolaan air melalui BUMdes di DIY.

"Enam tahun lalu awalnya hanya ada empat kelompok pengelola air, saat ini sudah menjadi 983 kelompok masyarakat. Kalau mereka manajemennya bagus dan saluran makin panjang, kelompok ini tidak perlu urunan lagi, kita bantu dengan pinjaman. Kita verifikasi tiap tahun bagaimana perkembangannya,” kata Sultan.

Wakil Bupati Kulonprogo H. Sutedjo mengaku membutuhkan bendungan Kamijoro ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan industri Kulonprogo, Bandara Adisutjipto dan Pelabuhan Tanjung Adikarto. Suplai air bersih juga digunakan untuk pengembangan Kawasan Industri Wates Baru serta kebutuhan masyarakat luas. Pemkab akan lebih menggali potensi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga Kulonprogo.

"SPAM Kamijoro ini mampu memberikan 500 liter air perdetik. Alokasinya, 300 liter perdetik untuk Kulonprogo, dan 200 liter perdetik untuk Bantul. Ini untuk memenuhi kebutuhan air ke depan. Kalau saat ini masih cukup," katanya. (pspam/yss)


Print Berita