Warta

Berita



23
Feb
23 Feb 2018 | 08:21WIB | Kategori : Hibah Air Limbah | Oleh : Randal Jabar

Sarasehan Social Marketing Implementasi Program Air Limbah Domestik dan Peresmian Infrastruktur Sist

Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Cimahi mengadakan Kegiatan Sarasehan Social Marketing Implementasi Program Air Limbah Domestik dan Peresmian Infrastruktur Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik pada tanggal 21 Februari 2017 yang bertempat di Technopark Kota Cimahi. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali kota Cimahi Ir. H. Muhammad Nur Kuswandana, M.Eng.,Si, Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur, Central Project Management Unit (CPMU) Program Hibah Air Minum dan Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Seluruh SKPD di Kota Cimahi dan seluruh stakeholder terkait sosialisasi program air limbah domestik.   Dalam sambutannya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Cimahi menyampaikan bahwasanya kegiatan ini dilaksanakan sebagai pengenalan mengenai pengelolaan air limbah domestik kepada masyarakat. Hal ini dilakukan dikarenakan masih banyaknya masyarakat Kota Cimahi yang masih belum memanfaatkan infratsruktur air limbah yang telah dibangun oleh Pemerintah. Selain itu juga kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peresmian Infrastruktur Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik yang dibangun di Kelurahan Pasirkaliki Kota Cimahi melalui dana hibah sAIIG (Australia Indonesia Imfrastructure Grant for Sanitation).  
Sementara itu perwakilan dari Central Project Management Unit  (CPMU) Program Hibah Air Limbah dan Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Sanitasi Tommy Permadi, ST. MT. mengatakan Kota Cimahi merupakan salah satu Kota yang mendapatkan hibah Program sAIIG dengan berkomitmen membnagun 5.000 SR dengan nilai hibah mencapai Rp. 20 Milyard. Namun demikian sampai dengan akhir 2017 jumlah SR yang terbangun untuk program sAIIG dan telah lolos tahap verifikasi adalah sebanyak 1.591 SR. Berdasarkan kondisi tersebut maka besaran dana hibah yang sudah dapat dicairkan masih relatif rendah yaitu senilai Rp. 4,9 Milyar atau 24,6% dari total pagu yang tertuang dalam SPPH.  Pelaksanaan Pembanguna di sektor sanitasi khususnya di Kota Cimahi, masih banyak menghadapi tantangan dan kendala diantaranya :
a.         Kurangnya sosialisasi terhadap program di tingkat masyarkat yang menyebabkan minat dan tingkat partisipasi    warga terhadap program ini yang masih relatif rendah.
b.         Komitmen dari Pemda yang belum sepenuhnya mendukung pengembangan investasi pembangunan melalui pengalokasi anggaran di bidang sanitasi kepada OPD yang telah ditunjuk.
c.          Adanya perubahan struktur organisasi pelaksana di daerah
d.         Proses tahapan pencairan hibah yang tidak berjalan secara optimal.
e.         Pelaksanaan kegiatan pemasangan SR yang berjalan sangat lambat.  

Dukungan Walikota juga sangat diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan sanitasi di Kota Cimahi. Pada saat yang bersamaan Walikota Cimahi melakukan Peresmian Infrastruktur Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Kelurahan Pasirkaliki Kota Cimah. Walikota Cimahi Anjay M. Priatna menyampaikan terimaksih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Australi yang mendukung tercapainya akses sanitasi layak serta pembangunan infra struktur yang ada di kota Cimahi. Kedepannya Pemerintah Kota Cimahi berjanji akan meningkatkan sanitasi layak bagi warganya.