SELAMAT DATANG

                                                                                                                             

Peningkat pertumbuhan penduduk yang relatif sangat tinggi ditambah keterbatasan lahan dan harga tanah yang tinggi mengakibatkan tidak semua perumahan dan permukiman dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kawasan. Air limbah dikelola dengan cara yang tidak memenuhi syarat bahkan tidak diolah sama sekali. Kondisi ini sangat membahayakan lingkungan dan masyarakat rentan terpapar penyakit seperti diare, tifus dan sebagainya. Berdasarkan kondisi ini, Direktorat Pengembangan PLP menyelenggarakan pembangunan IPAL skala kawasan dan skala kota di 110 kota/kab di 31 provinsi sejak tahun 2006 sampai dengan tahun 2014.

Maksud dari kegiatan ini adalah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberfungsian IPAL domestik skala kawasan tahun 2012 serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan IPAL kawasan tahun 2014.

Sedangkan tujuan kegiatan ini yaitu memperoleh gambaran tentang kondisi eksisting pelayanan SPAL-T, strategi pengembangan cakupan pelayanan SPAL-T, serta meningkatkan kinerja SPAL-T Skala Kota dan menyusun modul yang dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan IPAL di rumah susun dan kawasan permukiman..

Sasaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah:
a. 111 Kab/Kota penerima alokasi APBN untuk Pembangunan SPAL-T di TA 2006-2015.
b. 16 Kab/Kota Pengelola IPAL Skala Kota.
c. Satker pelaksana kegiatan pengembangan SPAL-T di 31 provinsi.