Direktorat PPLP

Direktorat pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, badan yang berwenang untuk melaksanakan sebagian penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan meliputi sanitasi, pengelolaan dan pembangunan sistem drainase.

Air limbah domestik

Air limbah yang berasal dari usaha dan/atau kegiatan pemukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen, dan asrama.

Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD)

Serangkaian kegiatan pengelolaan air limbah domestik dalam satu kesatuan dengan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah domestik.

Penyelenggaraan SPALD

Serangkaian kegiatan dalam melaksanakan pengembangan dan pengelolaan prasarana dan sarana untuk pelayanan air limbah domestik.

SPALD Setempat (SPALD-S)

Sistem pengelolaan yang dilakukan dengan mengolah air limbah domestik di lokasi sumber, yang selanjutnya lumpur hasil olahan diangkut dengan sarana pengangkut ke Sub-sistem Pengolahan Lumpur Tinja.

SPALD Terpusat (SPALD-T)

Sistem pengelolaan yang dilakukan dengan mengalirkan air limbah domestik dari sumber secara kolektif ke Sub-sistem Pengolahan Terpusat untuk diolah sebelum dibuang ke badan air permukaaan.

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)

Instalasi pengolahan air limbah yang dirancang hanya menerima dan mengolah lumpur tinja yang berasal dari Sub-sistem Pengolahan Setempat.

Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD)

Bangunan air yang berfungsi untuk mengolah air limbah domestik.

Pemerintah Pusat

Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia yang dibantu oleh Wakil Presiden dan Menteri sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pemerintah Daerah

Kepala Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.

Badan Usaha Milik Negara Penyelenggara SPALD (BUMN SPALD)

Badan usaha yang dibentuk untuk melakukan kegiatan Penyelenggaraan SPALD yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Negara.

Badan Usaha Milik Daerah Penyelenggara SPALD (BUMD SPALD)

Badan usaha yang dibentuk untuk melakukan kegiatan Penyelenggaraan SPALD yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Daerah.

Unit Pelaksana Teknis Penyelenggara SPALD (UPT SPALD)

Unit yang dibentuk khusus untuk melakukan sebagian kegiatan Penyelenggaraan SPALD oleh Pemerintah Pusat yang bersifat mandiri untuk melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas teknis penunjang tertentu dari organisasi induknya.

Unit Pelaksana Teknis Dinas Penyelenggara SPALD (UPTD SPALD)

Unit yang dibentuk khusus untuk melakukan sebagian kegiatan Penyelenggaraan SPALD oleh Pemerintah Daerah untuk melaksanakan sebagian kegiatan tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa daerah Kabupaten/Kota.

Badan Usaha SPALD

Badan usaha berbadan hukum yang kegiatannya menyelenggarakan SPALD.

Kelompok Masyarakat

Kumpulan orang yang mempunyai kepentingan yang sama, yang tinggal di daerah dengan yurisdiksi yang sama.

Sampah Rumah Tangga

Sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.

Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga

Sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya.

Residu

Sampah yang tidak dapat diolah dengan pemadatan, pengomposan, daur ulang materi dan/atau daur ulang energi.

Prasarana Persampahan

Fasilitas dasar yang dapat menunjang terlaksananya kegiatan penanganan sampah.

Sarana Persampahan

Peralatan yang dapat dipergunakan dalam kegiatan penanganan sampah.

Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah (Penyelenggaraan PSP)

Kegiatan merencanakan, membangun, mengoperasikan dan memelihara, serta memantau dan mengevaluasi penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Sumber Sampah

Asal timbulan sampah.

Pemilahan

Kegiatan mengelompokkan dan memisahkan sampah sesuai dengan jenis.

Pewadahan

Kegiatan menampung sampah sementara dalam suatu wadah individual atau komunal di tempat sumber sampah dengan mempertimbangkan jenis-jenis sampah.

Pengumpulan

Kegiatan mengambil dan memindahkan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah dengan prinsip 3R.

Pengangkutan

Kegiatan membawa sampah dari sumber atau tempat penampungan sementara menuju tempat pengolahan sampah terpadu atau tempat pemrosesan akhir dengan menggunakan kendaraan bermotor yang didesain untuk mengangkut sampah.

Tempat Penampungan Sementara (TPS)

Tempat sebelum sampah diangkut ke tempat pendauran ulang, pengolahan, dan/atau tempat pengolahan sampah terpadu.

Pengolahan

Kegiatan mengubah karakteristik, komposisi, dan/atau jumlah sampah.

Tempat Pengolahan Sampah Dengan Prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle)

Tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, dan pendauran ulang skala kawasan.

Stasiun Peralihan Antara (SPA)

Sarana pemindahan dari alat angkut kecil ke alat angkut lebih besar dan diperlukan untuk kabupaten/kota yang memiliki lokasi TPA jaraknya lebih dari 25 km yang dapat dilengkapi dengan fasilitas pengolahan sampah.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)

Tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan, dan pemrosesan akhir.

Pemrosesan Akhir Sampah

Proses pengembalian sampah dan/atau residu hasil pengolahan sampah sebelumnya ke media lingkungan secara aman.

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)

Tempat untuk memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan.

Lindi

Cairan yang timbul sebagai limbah akibat masuknya air eksternal ke dalam urugan atau timbunan sampah, melarutkan dan membilas materi terlarut, termasuk juga materi organik hasil proses dekomposisi biologis.

Penimbunan Terbuka

Proses penimbunan sampah di TPA tanpa melalui proses pemadatan dan penutupan secara berkala.

Metode Lahan Urug Terkendali

Metode pengurugan di areal pengurugan sampah, dengan cara dipadatkan dan ditutup dengan tanah penutup sekurang-kurangnya setiap tujuh hari. Metode ini merupakan metode yang bersifat antara, sebelum mampu menerapkan metode lahan urug saniter.

Metode Lahan Urug Saniter

Metode pengurugan di areal pengurugan sampah yang disiapkan dan dioperasikan secara sistematis, dengan penyebaran dan pemadatan sampah pada area pengurugan serta penutupan sampah setiap hari.

Orang

Orang perseorangan, kelompok orang, dan/atau badan hukum.

Drainase

Prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan air atau ke bangunan resapan buatan.

Sistem Drainase Perkotaan

Sistem drainase dalam wilayah administrasi kota dan daerah perkotaan (urban). Sistem tersebut berupa jaringan pembuangan air yang berfungsi mengendalikan atau mengeringkan kelebihan air permukaan di daerah permukiman yang berasal dari hujan lokal, sehingga tidak mengganggu masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi kegiatan manusia.

Drainase Berwawasan Lingkungan

Pengelolaan drainase yang tidak menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan.

Terdapat 2 (dua) pola yang umum dipakai untuk mengelola drainase yang berwawasan lingkungan: 1) Pola detensi (menampung air sementara), misalnya dengan membuat kolam penampungan -* kolam detensi. dan 2) Pola retensi (meresapkan), antara lain dengan membuat sumur resapan, saluran resapan, bidang resapan atau kolam resapan -* kolam retensi.

Sungai

Alur di permukaan tanah tempat mengalirnya aliran permukaan yang mempunyai Daerah Aliran Sungai (DAS), yang mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke muara laut. Sungai mengalirkan sebagian air sebagai aliran dasar (base flow) dari kumpulan mata-air di dalam DAS-nya mulai dari daerah pegunungan sampai ke pantai (laut).

Satuan Wilayah Sungai

Hamparan permukaan bumi yang dialiri oleh sungai yang ditetapkan dengan peraturan.

Sungai dan Saluran

Alur tempat mengalirnya air di bidang permukaan tanah atau di bawah permukaan tanah.

Sungai terjadi karena peristiwa alam dimana aliran air mengalir sesuai dengan morfologinya dan secara umum alirannya adalah aliran unsteady flow (aliran yang tidak tetap).

Sedangkan saluran adalah alur tempat aliran air yang sengaja dibuat oleh manusia, secara umum alirannya adalah aliran steady flow (aliran tetap).

Drainase perkotaan

Drainase di wilayah kota yang berfungsi mengendalikan air permukaan, sehingga tidak menimbulkan genangan yang dapat mengganggu masyarakat, serta dapat memberikan manfaat bagi kegiatan manusia.

Rencana induk sistem drainase perkotaan

Perencanaan dasar yang menyeluruh pada suatu daerah perkotaan untuk jangka panjang.

Badan penerima air

Sumber air dipermukaan tanah berupa laut, sungai, danau, dan di bawah permukaan tanah berupa air tanah di dalam akifer.

Bangunan pelengkap

Bangunan yang ikut mengatur dan mengendalikan sistem aliran air hujan agar aman dan mudah melewati jalan, belokan, dan daerah curam, bangunan tersebut seperti gorong-gorong, pertemuan saluran, bangunan terjunan, jembatan, street inlet, pompa, pintu air.

Daerah genangan

Kawasan yang tergenang air akibat tidak berfungsinya sistem drainase.

Daerah pengaliran

Daerah tangkapan air yang mengalirkan air ke dalam saluran.

Kala ulang

Selang waktu pengulangan kejadian hujan atau debit banjir rencana yang mungkin terjadi.

Saluran primer

Saluran drainase yang menerima air dari saluran sekunder dan menyalurkan ke badan penerima air.

Saluran sekunder

Saluran drainase yang menerima air dari saluran tersier dan menyalurkannya ke saluran primer.

Saluran tersier

Saluran drainase yang menerima air dari sistem drainase lokal dan menyalurkannya ke saluran sekunder.

Sistem drainase utama

Sistem drainase perkotaan yang melayani kepentingan sebagian besar warga masyarakat.

Sistem drainase lokal

Sistem drainase perkotaan yang melayani kepentingan sebagian kecil warga masyarakat.

Studi terkait

Studi lain yang terkait dengan kegiatan drainase kota yang memuat data, seperti : hidrologi, topografi, geologi, geografi.

Tinggi jagaan

Ketinggian yang diukur dari permukaan air maksimum sampai permukaan tanggul saluran.

Waktu pengaliran permukaan

Waktu yang diperlukan oleh titik air hujan yang jatuh ke permukaan tanah dan mengalir ke titik saluran drainase yang diamati.

Waktu drainase

Waktu yang diperlukan oleh titik air hujan yang mengalir dari satu titik ke titik lain dalam saluran drainase yang diamati.

Waktu konsentrasi

Waktu yang diperlukan oleh titik air hujan yang jatuh pada permukaan tanah mengalir sampai di suatu titik di saluran drainase yang terdekat.