Foto : Talkshow Hari Toilet Dunia 2014


Talkshow Hari Toilet Dunia 2014

Dalam rangka memperingati Hari Toilet Dunia 2014 diselenggarakan talkshow We can’t wait (to improve sanitation)  dalam program Bincang-bincang “Public Corner” Wideshot, Metro TV. Tujuan dari pelaksanaan talkshow ini adalah meningkatkan awareness masyarakat (pemirsa) mengenai komitmen dan upaya Pemerintah dalam mencapai target MDGs di bidang sanitasi dan target  100% akses sanitasi di tahun 2019, mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan sanitasi khususnya dalam hal perubahan perilaku dan upaya perbaikan sanitasi berbasis masyarakat serta memperkenalkan kemitraan antara Australia-Indonesia melalui program sAIIG yang dimulai sejak pertengahan tahun 2011 dan dilaksanakan melalui InDII (Indonesia Infrastructure Initiative/Prakarsa Infrastruktur Indonesia). Hadir sebagai narasumber adalah Direktur Pengembangan PLP Kementerian Pekerjaan Umum, M. Maliki Moersid dan Jim Coucouvinis dari Kemitraan Australia-Indonesia (InDII).

 

Dalam kesempatan tersebut Maliki menjelaskan Rancangan RPJMN 2015-2019 mengamanatkan pelayanan sanitasi layak mencapai akses 100% di akhir tahun 2019. Dorongan untuk percepatan pelayanan sanitasi layak tersebut menjadi tantangan besar yang dihadapi Indonesia. Peningkatan yang dituntut selama 5 tahun ke depan sangat signifikan, yaitu mencapai 40,29% untuk sanitasi. Komitmen Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum mendapat dukungan dari pemerintah Australia untuk perwujudan 100% akses sanitasi melalui Program Hibah senilai A$ 250 juta untuk sektor air minum dan sanitasi. Hibah untuk sanitasi berupa sambungan rumah, pembangunan prasarana air limbah skala kota (City Sewerage), dan pembangunan prasarana air limbah skala kawasan (Australia-Indonesia Infrastucture Grants for sanitation/sAIIG).

 

“Dalam pelaksanaan program terkait hibah pemerintah Australia (sAIIG), sebanyak 42 Pemerintah Daerah telah menyatakan berminat pada program hibah ini. Untuk menunjukkan komitmennya, pemerintah daerah telah merencanakan dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan prasarana sanitasi permukiman di daerahnya. Sebagai wujud dari kesepakatan pelaksanaan program, pada tanggal 23 September 2014 yang lalu sejumlah Kepala Daerah telah menandatangani Perjanjian Penerusan Hibah (PPH),” jelas Maliki

 

Sementara itu, Kementerian PU telah banyak mengembangkan program-program yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi yang layak. Pada tahun 2014, telah dianggarkan Rp. 279,848 Milyar untuk pembangunan infrastruktur Air Limbah Offsite (6 Kota/Kabupaten) dan Rp. 492,580 Milyar untuk pembangunan infrastruktur on site (803 lokasi),  Rp. 1,002 Triliyun untuk mengurangi luas kawasan tergenang di 76 Kota/Kab dan Rp. 613,6 Milyar untuk menangani persampahan (infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah Terpadu 3R (TPST 3R) di 61 kawasan  dan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Sampah di 75 Kota/Kab).

 

Salah satu strategi dari Kementerian PU  untuk merubah perilaku masyarakat agar lebih peduli sanitasi adalah melalui pelaksanaan Jambore Sanitasi. Kementerian Pekerjaan Umum telah menyelenggarakan Jambore Sanitasi sebanyak 6 kali, sejak tahun 2008 dengan sasaran anak-anak SLTP sebagai agen perubahan untuk menyampaikan pesan-pesan akan pentingnya sanitasi bagi kehidupan. Sehingga masyarakat yang terpapar kampanye yang dilakukan para peserta Jambore Sanitasi atau yang biasa disebut Duta Sanitasi menjadi lebih peduli akan sanitasi dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat. (RRP)

Print Berita