Foto : Peserta Workshop Nasional Pengelola Air Limbah Domestik


Workshop Nasional Pengelola Air Limbah Domestik : “Operator Handal Wujudkan Pelayanan Berkualitas”

Selain operator pengelola air limbah domestik, kegiatan ini juga turut mengajak serta Dinas terkait yang menaungi operator tersebut di masing-masing kota/kabupaten. Hal ini dilakukan, mengingat Dinas yang menaungi juga memiliki peranan penting dalam pengelolaan air limbah domestik. Dalam sambutan pembukaan, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Ir. Prasetyo, M.Eng, menyampaikan bahwa operator pengelola air limbah domestik dalam melaksanakan tugasnya membutuhkan dukungan untuk berbagai aspek, di antaranya terkait penyediaan infrastruktur yang memadai dan berkualitas, tersedianya peraturan-peraturan yang mendukung, tersedianya dana yang cukup untuk menjalankan layanan, serta ketersediaan SDM yang professional dan berdedikasi. Dukungan ini mutlak diperlukan terutama dari Pimpinan Daerah dan Dinas terkait, karena tanpa komitmen bersama operator tidak akan bisa melaksanakan tugasnya dalam mewujudkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Workshop ini mengundang  beberapa narasumber dari berbagai Kementerian antara lain dari Kementerian PPN/BAPPENAS yang menyampaikan Kebijakan Nasional Pengelolaan Air Limbah Domestik, Kementerian Dalam Negeri yang menyampaikan terkait Pentingnya Peran Regulator dalam Mendukung Operator Pengelola Air Limbah Domestik dan Peningkatan UPTD Pengelola Air Limbah Domestik menjadi BLUD, serta dari Direktorat Pengembangan PLP Kementerian PUPR yang menyampaikan terkait Strategi Pencapaian Pengelolaan Air Limbah, Standar Teknis Penerapan SPM Sub Urusan Air Limbah Domestik dan hasil Penilaian Kinerja UPTD Pengelola Air Limbah Domestik.

Di hari ke dua, peserta workshop diajak untuk mengetahui proses penyedotan lumpur tinja di lingkungan Mesjid KH. Ahmad Dahlan yang kemudian dilanjutkan dengan proses pengolahan lumpur tinja di IPLT Betoyoguci Kab. Gresik. Selain itu, peserta juga diajak untuk meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) Skala Permukiman yang dikelola oleh Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) yang mana ketua dan anggota KPP adalah para ibu di lingkungan RT 03 RW 05 Kelurahan Tlogopojok Kab. Gresik. Dari kegiatan kunjungan lapangan tersebut, peserta diharapkan dapat mengidentifikasi dan menyusun strategi dari permasalahan yang umum dihadapi oleh UPTD, yang didiskusikan bersama di dalam Working Group. Peserta dibagi ke dalam 4 working group untuk mendiskusikan 1 aspek utama, yaitu aspek keuangan, pelayanan, operasional, serta SDM dan tata kelola.

Selain mengundang para narasumber dari tingkat Kementerian, di dalam workshop ini juga diadakan diskusi mengenai panduan atau pedoman terkait air limbah domestik dengan menghadirkan narasumber dari IUWASH PLUS USAID dan FORKALIM, seperti penjelasan mengenai tarif/retribusi air limbah domestik, panduan strategi marketing UPTD PAL, penerapan K3 dalam penyedotan lumpur tinja, serta kerjasama penguatan kapasitas operator dalam wadah FORKALIM.

Sesi terakhir dari workshop diisi dengan berbagi pengalaman dalam pengelolaan air limbah domestik dari berbagai daerah seperti Pemerintah Kota Depok yang menyampaikan Peningkatan Pelayanan Air Limbah Domestik yang dilakukan Operator, UPTD PALD Kota Malang yang menyampaikan Inovasi Sistem Pembayaran Layanan Air Limbah Domestik Secara Cashless, UPTD PALD Kota Bekasi yang menyampaikan bagaimana UPTD mengeluarkan Rekomendasi Ijin Usaha Swasta Penyedot Tinja, UPTD PAL Provinsi Bali yang menyampaikan Penerapan PPK BLUD, serta dari UPTD PAL Kota Bogor yang menyampaikan Aplikasi Pencatatan Penyedotan Lumpur Tinja.

Pada acara penutupan workshop, Kasubdit Standardisasi dan Kelembagaan, Marsaulina Pasaribu, ST., ME berharap workshop ini dapat membantu meningkatkan kemampuan dan kehandalan operator pengelola air limbah domestik didalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat di daerah masing-masing.

--------------------------------------------------
Teks: Gita Prima R (Jafung TPL Muda, Dit. PPLP) / Puji Setiyowati (Jafung TPL Muda, Dit. PPLP)
Foto: Rafael Palullungan (Staf Subdit Standardisasi dan Kelembagaan, Dit. PPLP)

Print Berita