Foto : Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Air Limbah, Suharsono Adi Broto, ST., MM Memberikan Sambutan


Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Penetapan Lokasi Pembangunan IBM Pada Program Penanganan Kawasan DAS Citarum Tahun Anggaran 2020

Satuan Kerja Infrastruktur Berbasis Masyarakat bersama dengan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Karya, Kementerian PUPR mengadakan acara Focus Group Dicussion (FGD) Perencanaan Penetapan Lokasi Pembangunan IBM Pada Program Penanganan Kawasan DAS Citarum Tahun Anggaran 2020 di Bandung, Rabu (06/11/2019).

Telah kita ketahui bersama bahwa Sungai Citarum merupakan sungai strategis nasional sebagai kesatuan ekosistem alami yang utuh dari hulu hingga hilir beserta kekayaan sumber daya alam dan sumber daya buatan. Citarum merupakan sumber dari denyut nadi perekonomian Indonesia sebesar 20% GDP (Gross Domestic Product) dengan hamparan industri yang berada di sepanjang sungai Citarum.

Direktur Pengembangan PLP, Ir. Prasetyo, M.Eng. yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Air Limbah, Suharsono Adi Broto, ST., MM menghimbau bahwa salah satu faktor kunci keberhasilan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat adalah kelayakan lokasi yang akan dibangun IBM tersebut, baik kelayakan secara teknis maupun kelayakan secara sosial ekonomi. Oleh karena itu, adalah sangat penting untuk dapat menentukan lokasi IBM yang tepat. Dalam mewujudkan hal tersebut perlu adanya peran aktif pemerintah daerah dan stakeholders untuk menjamin keberhasilan program pembangunan IBM dan keberlanjutan operasionalnya, serta proses pemberdayaan masyarakatnya.

Dalam sambutannya, beliau juga mengharapkan Program FGD Penetapan Perencanaan Pembangunan Lokasi IBM pada Program Penanganan  Kawasan DAS Citarum ini agar dapat dilakukan identifikasi lokasi sasaran pada 9 Kota/Kab untuk kelanjutan program Citarum Harum TA 2020 sesuai dengan rencana pemerintah daerah baik untuk penangaan sanitasi air limbah maupun persampahan.

“Dalam rangka percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum secara terpadu, telah dibentuk Tim Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, yang disebut Tim DAS Citarum. Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum bertujuan sebagai pelestarian fungsi DAS Citarum sehingga tujuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tercapai. Dalam susunan matriks RANAKSI yang telah disusun oleh Tim DAS Citarum ini, telah terpilih 9 Kota/Kabupaten yang merupakan bagian Hulu dan Tengah DAS sebagai wilayah kritis Citarum yang menjadi sasaran dalam rangka pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum TA 2020.  Oleh karena itu, kita perlu melakukan identifikasi lokasi sasaran pada 9 Kota/Kab untuk kelanjutan program Citarum Harum TA 2020 sesuai dengan rencana pemerintah daerah baik untuk penangaan sanitasi air limbah maupun persampahannya,” hal ini di ungkapkan oleh Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Air Limbah Suharsono Adi Broto, ST., MM dalam sambutannya.

“Sisi lain yang tidak kalah pentingnya adalah kita sebagai bangsa yang terikat dengan komitmen internasional, yaitu komitmen untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Inti dari SDGs ini adalah menargetkan semua orang di seluruh daerah di Indonesia memiliki akses air bersih dan sanitasi layak dengan kualitas yang sama (universal) dan harga yang terjangkau pada tahun 2030. Salah satu upaya penting yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka memenuhi target tersebut yaitu melalui pembangunan infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau yang dikenal dengan SANIMAS dan Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah dengan Pola 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau yang dikenal dengan sebutan TPS-3R. Salah satu upaya penanganan kawasan DAS Citarum dari sampah dan air limbah domestik, adalah melalui pembangunan IBM berupa TPS 3R dan Sanimas. Harapannya adalah seluruh peserta yang hadir dalam FGD ini dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga kita dapat menentukan lokasi yang tepat dalam pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat pada program Citarum Harum Tahun 2020.”

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memulai pelaksanaan perencanaan penetapan lokasi pembangunan IBM di kawasan DAS Citarum. Pada kesempatan ini turut mengundang Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari 9 kab/kota yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Karawang. Selain itu, FGD ini turut menghadiri Kepala Seksi Perencanaan Persampahan dan Drainase Domestik, Direktorat PPLP, Ditjen. Cipta Karya, Kementerian PUPR untuk memberikan materi yang berhubungan dengan Evaluasi Program Citarum dan peran Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan penanganan kawasan DAS Citarum serta konsultan pendamping untuk memberikan materi terkait dengan perencanaan lokasi prioritas DAS Citarum TA 2020. (Pub.IBM)

Print Berita