Foto : Foto Bersama Peserta FGD II Penyusunan Pedoman Pemantauan Dan Evaluasi Prasarana Keciptakaryaan


FGD II Penyusunan Pedoman Pemantauan Dan Evaluasi Prasarana Keciptakaryaan

Dalam rangka peningkatan kinerja pembangunan infrastruktur pada sektor pengelolaan air limbah domestik, persampahan dan drainase lingkungan, maka Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman menyelenggarakan FGD II Penyusunan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Prasarana Keciptakaryaan yang dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 September 2019 di Hotel Grand Tjokro Yogyakarta. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) II Penyusunan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Prasarana Keciptakaryaan merupakan salah satu bentuk koordinasi yang dilaksanakan Subdit Pemantauan dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan persampahan, drainase lingkungan. Pada pemantauan dan evaluasi bidang penyehatan lingkungan permukiman diperlukan indikator yang akan digunakan sebagai tolak ukur pemantauan di lapangan dan mengevaluasi pencapaian saat persiapan perencanaan, pelaksanaan maupun pasca konstruksi. Indikator yang akan disusun meliputi indikator pada sektor air limbah domestik, persampahan dan drainase lingkungan.

Acara dibuka oleh Denny Kumara ST. MT selaku Kasi Pemantauan dan Evaluasi II dan dihadiri oleh perwakilan Subdit di lingkungan Dit. Pengembangan PLP, Subdit Keterpaduan Pelaksanaan, Dit. KIP, Subdit Perencanaan, Dit. Sungai dan Pantai, Ditjen SDA, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, serta pemerhati bidang PLP. Dalam sambutannya, Denny menyampaikan keberhasilan suatu program dapat dilihat dari kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaannya, terukur atau akuntabel hasilnya, serta ada keberlanjutan aktivitas yang merupakan dampak dari program tersebut. Melalui kegiatan pemantauan dan evaluasi maka keberhasilan, dampak dan kendala pelaksanaan suatu program dapat di identifikasi.

Pada hari pertama disampaikan pemaparan mengenai hasil pemantauan dan evaluasi uji coba tahap 1, mekanisme pemantauan dan evaluasi, dan uji coba SIM pemantauan dan evaluasi. Pada hari kedua dilakukan diskusi mengenai draft buku pedoman pemantauan dan evaluasi untuk tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pasca konstruksi.  Buku pedoman pemantauan dan evaluasi tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai tolak ukur oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah untuk melakukan pemantauan dan evaluasi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pasca konstruksi serta dapat dijadikan percontohan untuk menyusun panduan pemantauan dan evaluasi di seluruh unit kerja di Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Print Berita