Foto : Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Ir. Dodi Krispratmadi, M.Env.E. Memberikan Sambutan Dan Pembukaan Kegiatan Peningkatan Kapasitas TFL Penanganan DAS Citarum Bandung


Peningkatan Kapasitas TFL (Tenaga Fasilitator Lapangan) Penanganan Kawasan Das Citarum (Bandung) Tahun Anggaran 2019

Sungai Citarum merupakan salah satu sungai yang mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat di Jawa Barat, khususnya daerah Bandung dan sekitarnya. Sungai Citarum ini juga menjadi sumber air baku untuk pelayanan air minum, tidak saja hanya untuk masyarakat di Bandung dan sekitarnya, akan tetapi juga sebagai sumber air minum untuk daerah Jakarta, Purwakarta, dan Bekasi. Saat ini Sungai Citarum masuk dalam 10 besar sungai yang paling tercemar di dunia. Penyebab dari tercemarnya sungai ini bermacam-macam, antara lain dari limbah domestik, limbah industri, limbah peternakan dan perikanan.

Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2018 pemerintah memprioritaskan penanganan tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, dimana di  dalam Peraturan Presiden ini diamanatkan bahwa diperlukan langkah-langkah percepatan dan strategi secara terpadu untuk pengendalian dan penegakan hukum, yang mengintegrasikan kewenangan antar lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan terkait guna pemulihan DAS Citarum. Untuk skema Penanganan Persampahan harus dikoordinasikan secara lebih intesif dengan Pemda terkait karena dalam hal pengelolaan sampah,  TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah 3R) harus di buat berdasarkan mekanisme pengangkutan residu  yang sesuai dengan fungsi TPS 3R, yaitu ikut serta dalam mengurangi beban TPA, partisipasi masyarakat dalam hal keberlanjutan  program  terutama dalam hal pemilahan sampah dari sumber dan pembayaran iuran, serta integrasi dengan Bank sampah sehingga dapat berfungsi menjual jasa dan menerima jasa.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 2 s/d 14 September 2019 yang berlokasi di ballroom Crowne Plaza Hotel, Bandung. Dalam Peningkatan Kapasitas TFL Penanganan Kawasan  DAS Citarum kali ini TFL harus menjadi katalis antara Pemerintah Daerah, Pihak TNI melalui DANSEKTOR dan masyarakat. TFL juga harus dapat membantu masyarakat dalam hal pembuataan RKM, baik untuk proses pemberdayaan maupun Teknik, karena dalam  Proses  Pelaksanaaan pasti terjadi perubahan aspek teknis sehingga  penyesuian dengan kondisi lapangan pasti akan terjadi, sehingga para TFL diharapkan dapat  memahami  dan melaksanakan kaidah dan ketentuan sesuai dengan Petunjuk Teknis.

Direktorat Penyehatan Lingkungan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ikut berperan aktif dalam menginterpretasikan amanat dalam Perpres tersebut dengan membuat program pengelolaan air limbah berupa program Sanimas dan program TPS3R. Program ini bertujuan untuk menfasilitasi masyarakat di kawasan DAS Citarum. Beberapa hasil evaluasi penyelenggaraan Sanimas dan TPS 3R menunjukkan bahwa pemilihan opsi sarana teknologi tidak terencana dengan baik, kesiapan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pasca kontruksi terutama iuran untuk keberlanjutan, serta kolaborasi pemerintah terkait keberlanjutan.

Berdasarkan data dari Bappenas, kerugian yang diakibatkan oleh tidak terkelolanya limbah dengan baik adalah sebesar 2,3% per tahun dari PDB (produk domestik bruto) atau sekitar 57 triliun rupiah. Dengan melihat dampak yang luar biasa yang diakibatkan oleh limbah dan sampah. Dimana pada tahun 2018, Penanganan DAS Citarum yang telah dilakukan oleh Direktorat pengembangan PLP dengan membangun infrastruktur berbasis masyarakat yang terfokus pada  daerah hulu yang tersebar di Kota Bandung, yaitu 3 Sanimas dan 1 TPS3R, serta  Kabupaten Bandung yaitu 1 Sanimas  dan 1 TPS3R, infrastruktur tersebut diharapkan membangtu mengurangi dampak pencemaran dan keruskan lebih lanjut pada Kawasan DAS Citarum bagian hulu.

Untuk Tahun Anggaran 2019, penanganan DAS Citarum adalah sebanyak 41 lokasi untuk Program Sanimas, dan sebanyak 6 lokasi untuk TPS 3R, yang tersebar di daerah hulu, tengah dan hilir. Adapun untuk perencanaan selama tujuh tahun kedepan untuk kegiatan APBN , berdasarkan Rencana Aksi Satgas Citarum, akan dibangun untuk sektor air limbah adalah 109 lokasi serta untuk TPS 3R adalah 64 lokasi. Lokasi-loaksi penanganan DAS Citarum berpotensi menjadi daerah kunjungan dari lintas sektoral K/L. Oleh sebab itu, kami mengharapkan agar para TFL melakukan proses pendampingan di lapangan sesuai dengan ketentuan petunjuk teknis.

Bapak Ir. Dodi Krispratmadi, M.Env.E. selaku Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman dalam sambutannya mengemukakakan, “.. kegiatan peningkatan kapasitas  ini dapat memberikan pembelajaran yang konkrit  dalam penyiapan program kedepannya  sehingga keinginan dan cita-cita kita bersama seluruh masyarakat Jawa Barat dalam menciptakan Sungai Citarum yang bersih, indah, dan terjaga kelestariaanya dapat terwujud.”

Beliau juga mengharapkan para fasiltator terkait dengan pengelolaan air limbah domestic  dan persampahan di masing-masing Kabupaten/Kota dapat berperan aktif dan memberikan masukan serta menyampaikan data-data yang dapat menunjang terselenggaranya kegiatan penanganan Kawasan DAS Citarum.

Pada kesempatan ini turut mengundang PPK Pengembangan PLP, Satker Infrastruktur Berbasis Masyarakat; Kepala CPMU Sanimas IsDB; Team Leader dan Tenaga Ahli Konsultan Pendamping; Para Pemandu serta seluruh peserta Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Sanimas dan TPS3R. (Pub.IBM)

Print Berita