Rapat Pembahasan Improvement Of Solid Waste Management To Support Regional And Metropolitan Cities

Direktorat Jenderal Cipta Karya bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kementerian, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan pembahasan bersama mengenai penyiapan dokumen readiness criteria untuk kegiatan Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities. Rapat tersebut dipimpin oleh Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman.

Kegiatan Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities. bertujuan untuk mendukung gerakan Citarum Harum. Terdapat empat komponen kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu: 1. Peningkatan kapasitas kelembagaan dan pengembangan kebijakan dalam pengelolaan sampah; 2. Dukungan dalam perencanaan yang terpadu dan peningkatan kapasitas bagi Pemerintah Daerah dan Masyarakat; 3. Peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah; dan 4. Dukungan dalam pelaksanaan program dan bantuan teknis.

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di 4 (empat) Kota/Kabupaten yang terletak di hulu Sungai Citarum, yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, serta Kota Cimahi dan empat Kabupaten yang terdapat di bagian hilir, yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang sesuai dengan Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum. Keseluruhan pendanaan mencapai USD 325 juta dan akan dilakukan melalui pinjaman IBRD (Bank Dunia) sebesar USD 100 juta serta pendanaan dari mitra dan dana pendamping program lainnya sekitar 225 Juta USD. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama enam tahun mulai dari 2019 hingga 2025.

Dengan adanya kegiatan Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja sistem pengelolaan sampah (pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir). Dengan demikian, dapat terjadi pengurangan pencemaran terutama sampah yang masuk ke lautan, meningkatnya kesehatan lingkungan terutama di bidang persampahan, berkurangnya emisi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh penumpukan sampah, dan meningkatnya kualitas lingkungan yang dapat mendorong nilai tanah/lahan dan mendorong pengembangan sektor pariwisata. (Nastiti/Dessi)