Peletakan Batu Pertama Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Kabupaten Muna

Seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kabupaten Muna, produksi sampah diperkirakan mencapai 44.212,85 m3/tahun dalam 10 tahun mendatang. Timbulan sampah tersebut sangat besar sehingga perlu ditangani secara tepat agar tidak menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Saat ini tingkat pelayanan persampahan di Kabupaten Muna baru mencapai setengah dari jumlah penduduk Kabupaten Muna yakni 36.554 Jiwa. Pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Kabupaten Muna diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut.

Pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Kabupaten Muna yang berlokasi di Desa Wawesa Kecamatan Batalaiworu, diawali dengan peletakan batu pertama (ground breaking) oleh Bupati Muna pada hari Kamis 16 Mei 2019 yang disaksikan oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Sulawesi Tenggara, Forkopimda, Kepala OPD, Camat, dan Lurah.

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Kabupaten Muna memiliki luas lahan sebesar 8 Ha dengan rencana dibagi menjadi 3 zona landfill dengan rincian Zona 1 seluas 0,64 Ha, Zona 2 seluas 0,77 Ha, dan zona 3 seluas 0,5 Ha serta 1 unit Instalasi Pengolahan Lindi (IPL). Cakupan wilayah pelayanan meliputi 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Katobu, Kecamatan Bataliworu, Kecamatan Duruka, dan Kecamatan Lasalepa. Metode pemrosesan akhir di TPA Kabupaten Muna ini menggunakan metode lahan urug saniter (sanitary landfill) yaitu metode pengurugan di areal pengurugan sampah yang disiapkan dan dioperasikan secara sistematis dengan penyebaran dan pemadatan sampah pada area penguruhan serta penutupan sampah setiap hari.

Sahabudin, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Sulawesi Tenggara, menjelaskan bahwa TPA Kabupaten Muna telah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Muna pada Tahun 2010 dengan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) pada Tahun 2013. Namun, readiness criteria baru dapat dipenuhi pada Tahun 2018. Sebelum pelaksanaan pembangunan TA 2019, DED telah ditinjau kembali (review) oleh Pemerintah Kabupaten Muna menggunakan APBD pada TA 2017.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp 13 Miliar. Untuk tahap pertama dilakukan untuk pembangunan zona 1 yang meliputi pengadaan dan pemasangan geomembran, pengadaan dan pemasangan geotextile, pengadaan dan pemasangan pipa lindi horizontal dan vertikal, pengadaan dan pemasangan batu gravel, pembangunan IPL dengan teknologi kolam stabilisasi dan wetland, pembangunan jalan operasi, pembangunan gerbang dan sculpture TPA Muna, pembangunan sumur pantau, rumah jaga, serta pos jaga.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, Mustaba, menerangkan bahwa dengan adanya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah ini diharapkan dapat menjawab persoalan sampah di Kabupaten Muna. (mitria/subditpeplp, budi/bppw sultra)