Peningkatan Kapasitas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Sanitasi Perdesaan Padat Karya Wilayah Barat Gelombang II (Medan) Tahun Anggaran 2019

Satuan Kerja Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) bersama dengan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jendral Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pada tanggal 13-16 Mei 2019, mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Sanitasi Perdesaan Padat Karya Wilayah Barat Gelombang II di Hotel Hermes Palace, Medan.

Seperti diketahui bersama bahwa saat ini pemerintah sedang fokus dalam penanganan stunting, dimana stunting merupakan kondisi ketika balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata yang berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, hingga resiko penyakit kronis.  Berkaitan dengan hal tersebut Kementerian PUPR terlibat dalam penyediaan akses sanitasi dalam rangka penurunan angka prevalensi stunting melalui penyelenggaraan Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya.

Kegiatan Sanitasi Perdesaan Padat Karya ini diprioritaskan untuk penanganan sanitasi bidang air limbah yaitu pembangunan tangka septik individual, tangka septik komunal dan kombinasi yang dilaksanakan dengan metode pemberdayaan masyarakat. Mengingat kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan memerlukan keterlibatan masyarakat dan pemerintah secara menyeluruh, sehingga diperlukan kegiatan pemberdayaan masyarakat sebelum dilaksanakannya tahap pembangunan fisik.

Salah satu faktor kunci keberhasilan Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya adalah adanya peran dari TFL. Para TFL inilah yang mendampingi masyarakat dalam menyusun perencanaan, melaksanakan pembangunan dan merancang rencana operasional dan pemeliharaan dari infrastruktur yang telah terbangun, hal tersebut lah yang melatarbelakangi diadakannya acara Peningkatan Kapasitas TFL Sanitasi Perdesaan Padat Karya Tahun Anggaran 2019. Dalam sambutan Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Hidup, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR yang disampaikan oleh PPK Pengembangan PLP Satker IBM, Muhammad Iqbal Perkasa, ST., M.Sc, mengharapkan “.. agar dengan diadakannya Kegiatan Peningkatan Kapasitas TFL Sanitasi Perdesaan Padat Karya Wilayah Barat Tahun 2019 Gelombang II ini pengetahuan dan keterampilan yang di dapat fasilitator selama pelatihan dapat diterapkan ke daerah masing-masing dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam pelaksanaan Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya.”

Kegiatan Peningkatan Kapasitas TFL Sanitasi Perdesaan Padat Karya Wilayah Barat Tahun 2019 di Medan ini dihadiri oleh 138 fasilitator yang terdiri dari 10 Provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau, Jambi, Kep. Riau, Lampung, Bangka Belitung dan D.I. Yogyakarta. Pada acara kali ini turut hadir pula Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara, Kepala Seksi Perencanaan Air Limbah Domestik, Subdit Perencanaan Teknis, Direktorat PPLP, Para TFL Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya Wilayah Barat Gelombang II TA 2019, Narasumber serta praktisi dalam bidang sanitasi.