Foto : Direktur Pengembangan PLP Membuka Acara Peningkatan Kapasitas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Sanitasi Perdesaan Padat Karya Wilayah Barat Dan Timur Gelombang I (Surabaya & Bali) Tahun Anggaran 2019


Peningkatan Kapasitas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Sanitasi Perdesaan Padat Karya Wilayah Barat Dan Timur Gelombang I (Surabaya & Bali) Tahun Anggaran 2019

Satuan Kerja Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) bersama dengan Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pada tanggal 29 April s/d 2 Mei 2019 mengadakan secara serentak acara Peningkatan Kapasitas TFL Sanitasi Perdesaan Padat Karya Wilayah Timur Gelombang I TA 2019 di Bali dan Wilayah Barat Gelombang I TA 2019 di Surabaya.

Seperti diketahui bersama, stunting adalah kondisi ketika balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata yang berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, hingga resiko penyakit kronis. Kegiatan Sanitasi Perdesaan Padat Karya merupakan salah satu intervensi dalam menyediakan akses terhadap sanitasi dalam rangka penurunan angka prevalensi stunting yang sedang menjadi fokus pemerintah saat ini. Kegiatan Sanitasi Perdesaan Padat Karya ini diprioritaskan untuk penanganan sanitasi bidang air limbah yaitu pembangunan tangki septik individual, tangki septik komunal dan kombinasi yang dilaksanakan dengan metode pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan pemberdayaan ini perlu dilaksanakan agar fasilitas yang terbangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Oleh karena itu, tahap pemberdayaan masyarakat membutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah. Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya tahun 2019 ini tersebar di 60 Kabupaten/Kota di 32 Propinsi di Indonesia.

Salah satu faktor kunci keberhasilan program Sanitasi Perdesaan Padat Karya adalah adanya peran dari TFL (Tenaga Fasiltator Lapangan). Dalam rangka percepatan pelaksanaan implementasi pekerjaan fisik di lapangan dan untuk memastikan program sanitasi perdesaan padat karya berjalan dengan baik, memerlukan peran serta dari TFL yang andal dan memiliki kompetensi yang cukup. Tujuan Peningkatan Kapasitas ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas fasilitator dalam memfasilitasi kegiatan serta mengembangkan pemahaman dalam proses pendampingan pelaksanaan pembangunan sarana sanitasi Perdesaan Padat Karya. Selain itu, agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu, peningkatan kapasitas fasilitator ini perlu dilaksanakan lebih awal agar sinkron dengan proses kegiatan di lapangan.

Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Ir. Dodi Krispratmadi., M.Env.E dalam sambutannya menghimbau “….mengingat begitu beragamnya pengetahuan dan keterampilan yang akan diberikan pada kegiatan ini dalam meningkatkan kapasitas para TFL, kami mengajak seluruh peserta yang hadir untuk dapat memanfaatkan  kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga ketika kembali ke daerah masing-masing mampu membawa pengetahuan dan pengalaman baru dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam pelaksanaan program Sanitasi Perdesaan Padat Karya.”

Pada acara kali ini turut hadir Kasubdit Perencanaan Teknis Dit. Pengembangan PLP, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali dan Wilayah Surabaya, TFL Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya, Narasumber serta praktisi dalam bidang Sanitasi. (Tim Publikasi Satker IBM)

Print Berita