Direktur Sanitasi Tinjau TPA Pengengat dan TPA Regional Kebon Kongok NTB

23 Jul 2022Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Barat (BPPW NTB) Ika Sri Rejeki mendampingi Kunjungan Kerja Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Tanozisochi Lase ke TPA Pengengat di Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (22/7/2022).

Kegiatan tersebut dalam rangka untuk mengetahui bagaimana kondisi eksisting Instalasi Pengolahan Lindi di TPA tersebut, sebagai langkah persiapan pelaksanaan kegiatan Optimalisasi IPL TPA Pengengat agar dapat mencapai tujuan pembangunan yang sesuai dengan perencanaan yang telah dilaksanakan.

Dalam kunjungannya di TPA Pengengat, Direktur Sanitasi menginginkan adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk lebih berperan aktif dan memiliki inovasi untuk memaksimalkan sarana dan prasarana yang telah terbangun tersebut (pengelolaan dan pemanfaatan TPA dan IPLT Pengengat).

“Dikarenakan TPA Pengengat ini masuk dalam Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas  (DPSP) Mandalika yang mana akan menampung sampah dan mengelola air limbah dari Kawasan Mandalika dan Kawasan Penyangganya. Oleh karena itu, kami akan fokus pada kegiatan ini agar nantinya pengelolaan sampah maupun air limbahnya dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tutur Anes.

Kunjungan selanjutnya dilakukan di lokasi pembangun TPST RDF dan SRF di TPA Regional Kebon Kongok yang berada di Kabupaten Lombok Barat. TPST RDF dan SRF TPA Regional Kebon Kongok ini merupakan sub-project pertama kegiatan Indonesia Tourism Development Project (ITDP) pada komponen Cipta Karya (sektor sanitasi dan sektor air minum) di KSPN Lombok. Kegiatan pembangunan TPST ini menggunakan dana Loan ITDP dengan nilai kontrak sebesar Rp30,5 miliar dan masa pelaksanaan selama 300 Hari Kalender.

“Diharapkan pembangunan ini dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, tepat kualitas dan tepat sasaran dan tidak lupa untuk tetap memperhatikan estetika dari ornamen yang digunakan agar menggunakan ornamen yang mempunyai ciri khas daerah,” tutup Anes. (Humas/BPPWNTB/ari)