Selasa, 30 November 2021

Pengembangan Rumah Sakit Covid 19 Guna Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat

AZR - Jumat, 22 Oktober 2021
RSCOVID

Mamuju-  Pasca gempa Mamuju - Majene Sulawesi Barat yang terjadi pada 15 Januari 2021, jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di Kabupaten Mamuju semakin meningkat. Penanganan yang cepat pasca bencana gempa di era pandemic ini dibutuhkan dalam rangka menekan angka penyebaran covid 19. Untuk melakukan pemenuhan persyaratan pelayanan kesehatan bagi pasien penderita covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyelesaikan Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Barat sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19.  Serah terima pengelolaan sekaligus peresmian Instalasi Covid-19 ini ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan berita acara acara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat. 

 

 

 

 

                                                                                         Eks Workshop sebagai Gedung Isolasi                                                              

Pelaksanaan Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Barat Menjadi Tempat Rujukan Penanganan Covid-19 dimulai tanggal 16 April 2021 dan selesai pada 14 Agustus 2021. Adapun pengembangan ini dilakukan pada Gedung Eks Workshop, Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) serta Gedung Eks Penitipan Anak yang kondisi eksisting untuk ketiga bangunan tersebut belum memadai sebagai tempat rujukan penanganan Covid-19. Bersama dengan Penyedia   Jasa   Konstruksi    yang    melaksanakan kegiatan ini PT. Waskita Karya dan Konsultan Manajemen Konstruksi oleh PT. Virama Karya, Kementerian PUPR melakukan pengembangan pada Gedung  Eks Workshop sebagai  gedung isolasi  dengan jumlah kapasitas 7 tempat tidur yang dilengkapi dengan   ruang bertekanan negatif serta Hepafilter untuk menyaring virus dan bakteri yang memiliki ruang Ante Room dengan ruang antara berpintu ganda dangan sistem interlock untuk mencegah ruangan lain terpapar udara dari ruang isolasi. Selain itu, dilakukan pengembangan pada gedung PMI sebagai gedung observasi dengan jumlah kapasitas 57 tempat tidur dan Gedung Eks Penitipan Anak sebagai gedung observasi dengan jumlah kapasitas 9 tempat tidur.

“Tekanan berat paca gempa unuk menangani pandemi covid-19 ini begitu terasa. Sorotan dari media dan tekanan dari masyarakat begitu tinggi karena ketiadaan fasilitas kesehatan di Provinsi Sulawesi Barat yang memadai, sehingga kolaborasi antara Kementerian PUPR dan BNPB merupakan hal yang luar biasa disyukuri oleh Provinsi Sulawesi Barat”  ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Penanganan instalasi covid-19 yang dibangun telah memenuhi standar sehingga pelayanan kesehatan. Hal ini dapat dilakukan berkat dukungan dan partisipasi seluruh pihak sehingga Pengembangan RSUD Provinsi Sulawesi Barat Menjadi Tempat Rujukan Covid-19 dapat diselesaikan dengan baik. Bersamaan dengan acara peresmian ini juga akan dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Pengelolaan, sehingga hasil pembangunan ini dapat langsung difungsikan dan dioperasionalkan sebagai Rumah Sakit Rujukan COVID-19, dan rumah sakit lapangan di Provinsi Sulawesi Barat dapat ditutup. (AZR/BPB)

Berita Terkini